Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paroki Yesus Baik Paniki Bawah Gelar Pelatihan Jurnalistik

Beberapa umat dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah tampak antusias mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
THINKSTOCK.COM
ILUSTRASI PELATIHAN JURNALISTIK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Beberapa umat dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah tampak antusias mengikuti Pelatihan Jurnalistik, Sabtu (27/5) di aula gereja paroki.

Mereka mengikuti pelatihan yang diberikan Maximus Geneva (Redaktur Tribun Manado), Alfa Patiranie (redaktur video Tribun Manado), dan ketua komisi sosial (komsos) Keuskupan Manado, Pastor Steven Lalu.

Maximus yang akrab dipanggil Aco mengatakan berita itu merupakan fakta yang diinformasikan. Fakta itu lengkap jika sudah memenuhi rumus 5 W tambah 1 H.

"Berita itu didapat dengan  menyaksikan dan mengalami langsung. Yang menjadi berita ialah yang unik, penting, dan menarik," kata dalam kegiatan kerja sama Tribun Manado, Komsos Paroki Paniki Bawah dan Komsos Keuskupan itu.

Ia lalu menjelaskan berita harus memiliki daya tarik, kedekatan, aktualitas, ketokohan, unik dan baru, memiliki konflik (drama), informatif, ekslusif, sedang tren dan memiliki human interest.

"Contohnya kalau saya sakit tidak menjadi berita tapi kalau presiden sakit itu menjadi berita," ujarnya.

Alfa lalu menjelaskan soal video jurnalistik. Ia menjelaskan pengertiannya.

Setelah itu, ia memperkenalkan cara pengambilan angle. Ia misalnya mencontohkan bird eye angle yang biasa diambil dari drone.

Selanjutnya Alfa memberikan praktek membuat video. Di bagian akhir, Alfa mengajarkan teknik foto yang katanya mirip dengan teknik pengambilan video.

Pastor Steven pada sesi berikutnya berbicara tentang reportase. Fakta yang dicari dalam reportase katanya bisa terduga (peristiwa dan pendapat) dan tidak terduga.

Setelah menjelaskan soal reportase tempat, ia menjelaskan soal pengertian reporter, dan kecenderungan manusia yang menjadi nara sumber. Syarat-syarat berita seperti aktualitas, keterkenalan, pertentangan, keanehan, dan human interest katanya juga harus dipenuhi.

Dari pengertian reporter, Pastor Steven menjelaskan soal wawancara. Ia mengatakan wawancara bisa dilakukan dalam bentuk perjanjian dan konferensi pers.

"Wawancara bisa on the spot, telepon, On line, wawancara tertulis, live interview dan vox pops. Untuk persiapan wawancara, tentukan topik wawancara, sumber berkompenten, dan merumuskan pertanyaan," ujarnya.

Wawancara katanya harus dari paling penting ke ringan. Bisa mengiring tapi harus memakai etika.

Pastor Steven lalu memberikan praktek wawancara. Ia menutup sesi itu dengan materi media on line.

Tampak hadir pula dalam kegiatan itu Harold Pratasik (tokoh umat Paroki Paniki Bawah), dan ketua Komsos Paroki Paniki Bawah Andreas Indra Gunawan. Minggu (28/5) dilanjutkan dengan sarasehan dalam Rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia. (dma)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved