Teroris Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester Arena Suka Miras dan Isap Ganja
transformasi dari anak- anak pecandu, pemabuk, gengster menjadi radikal adalah cara ISIS merekrut jaringan kelompok teroris baru.
TRIBUNMANADO.CO.ID, LONDON - Salman Ramadan Abedi, pelaku bom bunuh diri di Manchester Arena saat konser musik Ariana Grande ternyata seorang pemabuk dan Pecandu Narkoba.
Dari hasil penyelidikan kepolisian setempat, seperti dilansir independent.co.uk, pria berusia 22 tahun ini penampilannya semakin religius setelah ia bertemu kelompok radikal beradialiasi dengan ISIS.
Sejarah kehidupan Salman terus dirangkai oleh penyidik kepolisian, untuk mengetahui lebih dalam siapa saja yang masuk dalam kelompok radikal dan berada dalam kelompok Salman.
Dari data kepolisian setempat, transformasi dari anak- anak pecandu, pemabuk, gengster menjadi radikal adalah cara ISIS merekrut jaringan kelompok teroris baru.
Banyak teroris-teroris mematikan di eropa direkrut dari penjahat- penjahat kecil dan pengedar narkoba, mereka dididik secara radikal, hal ini yang terjadi pada serangan di Paris dan Brussels. pelaku teror memiliki sejarah yang sama.
Diketahui Salman pergi ke Suriah dan Libya sebelum menyerang Manchester. Polisi masih menyelidiki lebih dalam apakah ada hubungan antara jaringan Libya dan pelaku bom bunuh diri di Manchester.
Sebuah laporan yang disampaikan Pusat Studi Internasional untuk Radikalisasi (ICSR) menemukan bahwa lebih dari separuh jihadis Eropa yang memiliki sejarah kriminal, dan ISIS menjadikan peluang perekrutan dengan janji Jihad Penebusan Dosa.
Profesor Peter Neumann, direktur ICSR di King's College London, mengatakan bahwa "kekacauan teror-teror" yang muncul membuat radikalisasi lebih sulit dikenali untuk layanan keamanan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pelaku-bom-bunuh-diri_20170524_134314.jpg)