Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tanggapi Kebangkitan Islam Radikal, Zulkifly Hasan : Ada Muhammadiyah dan NU

Adanya ketakutan yang muncul akan kebangkitan islam radikal. Namun, hal itu tidak akan terjadi karena adanya Muhamadiah dan NU

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Ketua MPR RI Zulkifly Hasan Mengunjungi kantor Tribun Manado pada Selasa (24/5/2017) malam 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Zulkifly Hasan menegaskan Indonesia tetap kokoh pasca serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan karena dilandasi pancasila yang sakti.

"Sejarah Indonesia merdeka banyak terjadi kejadian seperti sekarang. Ingat peristiwa tahun 50-an, 80-an dan tahun 98. Meski ada kejadian seperti itu tetapi terbukti kita tetap kokoh dengan melandasi Pancasila yang sangat sakti," ungkap Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional saat datang ke kantor Tribun Manado pada Selasa (23/5/2017) malam.

Zulkifly menilai peristiwa yang dialami bangsa Indonesia saat ini,  bisa diatasi dan malah memperkokoh kehidupan masyarakatnya. Peristiwa ini merupakan proses membuat masyarakat semakin dewasa untuk menjaga demokrasi.

"Survey Denny JA 76 persen tegas dengan kehidupan berdemokrasi berlandaskan pancasila, 16 persen tak menjawab. Setiap negara dimana saja ada yang ekstrim termasuk Amerika juga negara dimana pun demokrasi yang terbuka pasti ada yang ekstrim," katanya.

Dia mengungkapkan adanya ketakutan akan muncul kebangkitan islam radikal. Namun, hal itu tidak akan terjadi karena ada Muhammadiyah dan NU. "Jangan disudutkan karena mereka akan tambah ekstrim," ucapnya,

Zulkifly menilai dampak Pilkada DKI Jakarta tidak ada masalah. Katanya, pancasila bukan alat pemukul, pancasila kebhinekaan merangkul.

"Ngomong suku dan kesenjangan bisa tapi jangan dengan kebencian.  Diskusi antar agama juga bagus dilakukan, tapi kalau dibungkus dalam kebencian seperti pilkada itu bahaya. Jakarta membuat kita lebih dewasa dan mantap seiring berjalannya waktu jangan ada kebencian kuncinya saling menghormati," ungkapnya.

Kedatangan Zulkifly Hasan didampingi anggota DPR RI Bara Hasibuan, pengurus DPW PAN Sulut Ayub Ali Albilugis dan Sekprov Sulut Edwin Silangen . Mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado Ribut Raharjo  dan Pimpinan perusahaan Fahmi Setiadi. 

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved