Terbukti Korupsi, Anggota DPRD Dijeblos ke Penjara

Tiga anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara berurusan dengan hukum. Sebelumnya PL dan JD 'dieksekusi'.

Terbukti Korupsi, Anggota DPRD Dijeblos ke Penjara
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Tiga anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara berurusan dengan hukum. Sebelumnya PL dan JD 'dieksekusi' dalam kasus pemerasan terhadap para kepala SKPD dan camat.

Kali ini MD (55), Anggota DPRD Minut dari PPP. Warga Desa Kema III, Kecamatan Kema dijemput paksa Tim Intelijen Kejari Minut dan Tim Intelejen Kejari Minahasa di Kantor BKN Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (23/5) pukul 11.30 Wita. Kalau rekannya ditahan di LP Malendeng Manado, DM dijebloskan ke LP Papakelan, Tondano.
Dia dijemput paksa setelah turun amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI tanggal 14 tahun 2016 Nomor: 764 K/PID.SUS/2015 atas perkara rehabilitasi gedung SD Cokroaminoto Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut.

Dia saat itu bertindak sebagai Direktur CV Firfa. Terpidana menyatakan telah menyelesaikan 100 persen pekerjaan, sehingga berhasil mencairkan dana anggaran Rp 49.250.000 sesuai kontrak.
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya pekerjaan yang kurang senilai Rp 16,8 juta.

Amar putusan MA ini menolak permohonan kasasi dari terpidana dan menyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi. Menghukum terpidana satu tahun penjara subsider 2 bulan penjara.

Dan membayar uang pengganti sebesar Rp 4 juta subsider satu bulan penjara.
Kajari Minut Rustiningsih bersama Kajari Minahasa Saptana Setyabudi menggelar konferensi pers di aula kantor Kejari Minut.

Menurut Kajari Saptana, setelah turunnya amar putusan ini pihaknya berkoordinasi dengan Kejari Minut untuk mengetahui keberadaan terpidana.

Setelah intelijen dari Kejari Minut dan Minahasa melakukan pengintaian selama dua hari di kantor DPRD Minut, terakhir keberadaan tersangka diketahui berada di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Sulut. "Tim pun meluncur ke sana dan mendapati terpidana berada di dalam setelah terpidana keluar tim kejaksaan menyampaikan maksud untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana dan terpidana saat itu bertindak kooperatif," katanya.

Dikatakannya, penangkapan terpidana berjalan lancar, karena dia bersikap kooperatif, terpidana akan langsung dibawa ke LP Papakelan Tondano untuk menjalani vonis. Mengenai status terpidana yang adalah anggota dewan, pihaknya tidak perlu lagi menyurat ke lembaga tersebut karena sudah terbit perintah eksekusi dari MA.

Kajari Minut Rustiningsih mengatakan, Kejari Minahasa meminta bantuan pihaknya oleh karena terpidana adalah warga Minut "Kami tentunya harus membantu karena vonis terhadap terpidana telah mempunyai kekuatan hukum tetap," katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Minut, Berty Kapojos menyatakan, turut prihatin dengan kejadian tersebut. "Ini perbuatan pribadi, bukan kelembagaan, saya tentunya ikut prihatin," ujar Kapojos. *

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved