Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Petani Rumoong Harap Dibangu Jembatan Gantung

Menurut para petani, mereka juga harus melewati aliran yang berasal dari air terjun di sekitar.

Penulis: | Editor:
TRIBUNNEWS
Ilustrasi jembatan gantung 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG- Kondisi jalan perkebunan yang lembab, membuat sebagian petani terpaksa tidak bisa melintas tat kala hujan mendera jika menggunakan kendaraan sepeda motor.

Pantauan Tribun Manado, Sabtu (20/5) sebagian jalan setapak yang belum diaspal ini bahkan becek karena kelembaban.

Kondisi ini memang harus dimaklumi karena posisi jalan tepat disamping sungai.

Menurut para petani, mereka juga harus melewati aliran yang berasal dari air terjun di sekitar.

"Kalau saya biasa melintas dengan roda sapi. Kasihan saja petani yang menggunakan motor kebun. Mereka harus jalan kaki," katanya.

Lanjut Mondoringin, perkebunan di Desa Ranomea, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) cukup luas.

Sehingga jauh atau tidaknya perjalanan yang ditempuh petani tergantung dari jarak kebun yang dimiliki.

Senada dengan Joh , David Ponumbol, yang juga petani kelapa ini sangat berharap ada perhatian dari pemerintah.

"Kami sangat membutuhkan ada pembangunan jembatan gantung dari pemerintah terutama dari instansi terkait. Karena jika aliran air terjun meluap, maka kendaraan sepeda motor tidak bisa melintas. Apalagi beberapa hari belakangan ini hujan mulai turun," harapnya.

Menurutnya, dengan adanya akses jembatan maka akan mempermudah para petani yang pergi ke kebun.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved