Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Donald Trump Pecat Direktur FBI

Presiden Donald Trump telah memecat Direktur FBI terkait penanganan penyelidikan atas email Hillary Clinton.

Editor: Fernando_Lumowa
Istimewa
James Comey barusan dipecat Donald Trump dari jabatan Direktur FBI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Donald Trump telah memecat Direktur FBI terkait penanganan penyelidikan atas email Hillary Clinton. Gedung Putih mengguncangkan Washington dengan mengumumkan bahwa James Comey telah diberhentikan dan dicopot dari jabatannya.

Tapi para politikus Demokrat mengatakan dia dipecat karena FBI sedang menyelidiki dugaan hubungan antara kampanye Trump saat pilpres dengan Rusia. Pekan lalu, Comey memberikan informasi yang tidak akurat tentang email Hillary Clinton kepada Kongres.

Trump menulis dalam sebuah surat kepada Comey bahwa dia setuju dengan rekomendasi Jaksa Agung Jeff Sessions bahwa 'Anda tidak lagi dapat memimpin Biro (FBI) secara efektif.'

Sessions mengatakan bahwa Departemen Kehakiman berkomitmen pada disiplin, integritas, dan tertib hukum tingkat tinggi dan karenanya dibutuhkan sebuah awal yang baru.

Comey sedang memberikan sambutan kepada sejumlah agen FBI di Los Angeles, dan seorang anggota timnya memberikan selembar kertas catatan yang memberitahukan bahwa dia baru saja dipecat.

Pria berusia 56 tahun -yang memasuki tahun keempat dari 10 tahun jabatannya sebagai direktur FBI -dilaporkan tertawa, mengira hal itu adalah lelucon.
Banyak yang terkejut bahwa Comey harus dipecat tentang caranya menangani penyelidikan email Clinton, mengingat Trump pernah memuji Direktur FBI terkait masalah tersebut.

Pada hari-hari terakhir kampanye presiden, Trump mengatakan pada sebuah kampanye bahwa Comey adalah orang yang bernyali besar dalam membuka kembali penyelidikan email Clinton. "Apa yang dia lakukan telah mengembalikan reputasinya," kata Trump kala itu.

Namun pada Selasa 9/5), Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan bahwa dia tidak dapat membela Direktur (FBI) dalam menangani kesimpulan penyelidikan email Menlu Clinton. "Saya tidak mengerti bahwa dia menolak penilaian yang hampir universal bahwa dia keliru,' ujar Rod.

Dia mengatakan bahwa Comey keliru bahwa pada Juli 2016 ia 'melampaui (kewenangan)' jaksa agung sebelumnya dengan mengumumkan bahwa penyelidikan atas email Clinton harus ditutup tanpa tuntutan hukum.

Wakil jaksa agung mengatakan, Comey menambah kesalahannya dengan secara serampangan mengungkapkan informasi yang menyudutkan tentang Hillary Clinton.

Demokrat dengan cepat menyebut bahwa Trump memecat Comey untuk mempengaruhi penyelidikan FBI mengenai apakah anggota tim kampanye Trump saat pilpres berkolusi dengan Kremlin.

Tanggapan Demokrat
Comey dikecam para politikus Demokrat terkait penanganan penyelidikannya mengenai apakah penggunaan server email pribadi Clinton saat menjabat Menteri Luar Negeri itu membahayakan keamanan nasional.

Comey membuat dua intervensi selama kampanye pemilihan 2016 dengan membuat pernyataan tentang penyelidikan tersebut.

Pada bulan Juli dia mengatakan kasus tersebut bisa ditutup tanpa tuntutan. Namun 11 hari sebelum pemilihan bulan November -dia mengatakan telah membuka kembali penyelidikan tersebut karena ditemukannya sebuah email baru yang berkaitan dengan Clinton.

Dia mengatakan kepada Senat pekan lalu bahwa dia 'agak mual' mengandaikan bahwa intervensinya saat itu mungkin mempengaruhi pemilihan presiden, namun dia menegaskan bahwa dia akan mengambil keputusan yang sama lagi jika dihadapkan pada situasi serupa. Clinton menyalahkan Comey atas kekalahannya yang mengejutkan dari Trump pada pemilihan presiden November 2016 lalu.(bbc)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved