Breaking News:

Pemuda GMIM Pecahkan Rekor MURI Salib Paskah

Puluhan ribu pemuda peserta selebrasi Paskah Pemuda GMIM memadati Stadion Dua Sudara Bitung.

TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
salib dari akar 

Mereka mengadakan pencarian dana makanan dengan katak menjadi menu utama.
"Kami cari Katak, kami bikin Woku, lalu kami jual," beber dia.

Ungkap Irwin, pihaknya menjual katak karena paling laku dibanding makanan lainnya.
Namun, sebut dia, tak mudah cari katak. "Harus begadang, masuk ke rawa -rawa," beber dia.

Dari hasil pencarian dana itu, beber dia, terkumpul sejumlah uang yang digunakan membuat salib serta ikut pawai kreatif.

Grace Katuuk Penatua Pemuda Sentrum Tatelu mengatakan, bahan baku salib adalah kayu sisa toko bangunan serta kayu dari pertambangan.

Sebut Grace, sejumlah pemuda mendatangi sebuah toko bangunan dengan maksud meminta kayu.
"Ternyata pemiliknya mengiyakan," kata dia.

Pemuda lainnya, kata dia, mengambil kayu sisa pertambangan.
Sebagian penduduk Tatelu memang berprofesi sebagai penambang.
"Ini kayu dari pertambangan," beber dia.

Sebut Grace, ongkos pembuatan salib berasal dari dana kas pemuda.
Pihaknya tidak membebani orang tua para pemuda. "Kami coba mandiri," sebut dia.
Sementara Penatua Natalia South dari

Jemaat Kalvari Gagaran Wilayah Romboken mengatakan, salib yang dibawa jemaatnya unik karena turut dikerjakan wanita.
Alhasil, salib mereka memiliki sentuhan feminis. "Salib ini lebih halus," kata dia.

Dikatakan Natalia, duka dari proses tersebut adalah sulitnya mencari dana.
Sukanya, persahabatan jadi lebih erat.
"Kami mengecap eratnya persahabatan," beber dia.

Ketua Panitia Geraldi Mantiri mengucap syukur pada Tuhan atas raihan itu. "Ini tak mudah bagi kami, kita harus sosialisasi dan koordinasi, namun dengan pertolongan Tuhan semuanya bisa sukses," beber dia.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved