Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tangis Tio Pecah dihadapan Kapolsek Kotabunan

Tim patroli cipta kondisi Kepolisian sektor Kotabunan Kabupatan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjaring remaja berinisial TD alias Tio

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
ALDI PONGE

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Tim patroli cipta kondisi Kepolisian sektor Kotabunan Kabupatan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjaring remaja berinisial TD alias Tio (12) warga Desa Bulawan yang tengah asik menghirup lem, pada Sabtu (1/3) tengah malam.

Tio yang tengah mabuk pun dibawa ke mapolsek Kotabunan. Ia kaget saat sadar sudah berada di kantor polisi.

Tio pun diberi nasehat oleh kapolsek Kotabunan. Ia diancam akan dimasukkan ke dalam sel, jika masih menghirup lem.

Dia pun ketakutan, tangisnya pun pecah. Apalagi melihat orangtuanya datang karena dipanggil polisi. Dia berjanji tak menghirup lem lagi. "Saya menghirup baru kedua kalinya, komandan," kata siswi SMP ini.

Tio mengaku hanya ikut-ikutan merasakan sensasi lem tersebut. "Saya pernah dipukul kakak, tapi saat saya mabuk jadi tak tahu," bebernya.

Kapolsek Kotabunan Kompol Meidy Wowiling mengungkapkan pihaknya akan memburu pelaku yang mengajak anak-anak menghirup lem tersebut.

"Satu temannya melarikan diri saat dikejar. Kita akan memburu oknum orang dewasa yang mengajak anak-anak menghirup lem dan obat batuk. Pengakuannya (Tio) ada orang luar," ungkapnya.

Katanya penangkapan Tio karena peran keluarga yang memberi informasi ke polisi.

"Dia hanya diberi pembinaan, lalu dibawa pulang orangtuanya. Dia masih bisa diubah melihat sikapnya," jelasnya.

Polisi pun telah melakukan pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah agar bersama-sama menanggulangi penyalahgunaan obat batuk dan lem. "Mereka mengaku beli lem di toko bangunan di Paret," ucapnya.

Pihaknya pun akan mengeluarkan surat edaran ke pemilik toko agar tak bebas melayani anak dibawa umur membeli lem dan obat batuk.

"Kami akan melakukan razia ke sekolah-sekolah. Sebab banyak pengguna lem diusia sekolah. Kami butuh peran semua pihak termasuk orangtua dan pemerintah desa," jelasnya.

Dia mengaku makin banyak generasi muda yang menyalagunakan lem dan obat batuk. Hal ini akan merusak sistem syaraf generasi muda.

"Saat ini kemampuan mereka bisa membeli lem dan obat batuk, bisa jadi ke depan  mereka gunakan narkoba. Sayang pengguna lem belum bisa dijerat hukum," bebernya. (Ald)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved