Bupati Minahasa Bicara Soal Paskah Saat Hadiri HUT 25 GMIM Marturia Roong
Usia 25 Tahun bagi jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Marturia Roong bukanlah hal yang mudah untuk dicapai.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO- Usia 25 Tahun bagi jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Marturia Roong bukanlah hal yang mudah untuk dicapai.
Sehingga ibadah syukur sebagai bentuk mengekspresikan rasa terimakasih kepada Tuhan digelar Minggu (2/4). Ibadah syukur dipimpin oleh Bendahara Sinode GMIM syamas Recky Montong.
Nampak dalam acara syukur tersebut
Bupati Minahasa Jantje Sajow, Kepala Biro Hukum Saya Gledy Kawatu, jajaran Pemkab Minahasa, dan ketua wilayah Tondano.
Pada kesempatan tersebut Syamas Recky mengambil kitab Filipi 2 : 1-11 sebagai bahan khotbah. Ia mengingatkan agar jemaat saling menopang dan membantu, seperti nabi Musa ketika Israel berperang menghadapi Amalek.
"Saat itu musa harus mengangkat tangannya agar bangsa Israel dapat memenangkan perang, namun ketika Musa kelelahan dan mulai menurunkan tangannya, Harun dan Hur m embantu menopang tangannya, jadi demikian juga kita harus saling membantu dan menopan, atau masawang-sawangan, maleos-leosan, matombo-tombolan," jelas dia.
Pada kesempatan tersebut dilakukan juga simbolisasi pemasangan lilin 25 tahun oleh syamas Recky dan disaksikan oleh Bupati Minahasa, Kabiro Hukum Provinsi, juga pendeta dan pelayan jemaat, dan jemaat.
Bupati Minahasa saat ini menyampaikan soal Paskah Nasional dan akan laksanakan pawai yang akan dilaksanakan mulai dari Benteng Moraya dan berakhir di Lapangan Maesa Tondano.
"Saya berharap acara ini akan berjalan drnhan baik dan seluruh masyarakat bisa berpartisipasi," ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah akan menyiapkan kendaraan untuk mrngantarkan masyarakat yang jauh.
Bupati Minahasa juga meminta agar jemaat memasang ornamen paskah, sebab dengan acara ini akan ditunjukan kepada seluruh dunia dan Indonesia bahwa Sulawesi Utara inmampu menciptakan suasana damai.
" Semoga masyarakat Minahasa dapat membuktikan bahwa Minahasa adalah daerah yang aman dan damai," jelasnya.
Ia menambahkan akan membangun gereja Riedel selain sebagai tempat ibadah juga museum sejarah gereja.
Sementara itu, dalam sambutannya Glady Kawatu berharap melalui momentum syukur ini, akan semakin menumbuhkan kreatifitas dalam pelayanan. "Ibadah ini dapat menjadi media untuk pemantapan iman, dalam rangka mmperkuat komitmen dalam pelayanan di dunia," jelas dia.
Tak lupa ia menyampaikan soal rencana pembangunan bersama antara pemrintah pusat dan provinsi dalam pembangunan prioritas antara lain, melaksanakan pembangunan bendungan Sawangan di kabupaten Minahasa Utara.
"Pemerintah juga sementara melaksanakan pembangunan iman masyarakat, melalui kegiatan rohani yang akan dilaksanakan di Sulut, dan saya berharap agar masyarakat dapat mendukung program yang di rencanakan, serta dapat memberikan kontribusi yang besar, untuk kemajuan Sulawesi Utara," jelasnya. (Amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bupati-minahasa_20170402_232815.jpg)