Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Presiden Duterte Bersumpah Lindungi HAM Warganya

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkomitmen menerapkan pendekatan hak asasi manusia (HAM) dalam pemerintahan.

Penulis: Lodie_Tombeg | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9/2016). Kunjungan Presiden Duterte ke Indonesia untuk membahas penyanderaan WNI, keamanan laut Sulu, calon jemaah haji ilegal yang menggunakan paspor Filipina, dan pemberantasan narkoba. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkomitmen menerapkan pendekatan hak asasi manusia (HAM) dalam pembangunan dan pemerintahan.

Upaya itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, kecukupan pangan dan perumahan, pelestarian lingkungan hidup, melindungi dan menghormati budaya serta tradisi.

Consular Assistant Konsulat Jenderal Filipina di Manado, Lelita A Pangilinan melalui rilis yang diterima Tribun Manado, Senin (27/3), menyatakan, Pemerintah Filipina telah mengeluarkan kebijakan di bidang HAM pada 15 Maret 2017.

Pemerintah berkomitmen menjunjung tinggi dan melindungi hak setiap warga, dalam implementasinya disesuaikan delapan perjanjian internasional mengenai HAM.

Presiden Duterte bersumpah mengimplementasi HAM dalam pembangunan dan pemerintahan untuk kesejahteraan masyarakat. Dia berpandangan negara wajib melindungi hak setiap warga, memproteksi dari penyakit sosial, menjaga kehidupan setiap orang.

Pemerintah merumuskan 10 agenda di bidang sosial-ekonomi yang bertujuan membangun ekonomi makro sambil meningkatkan belanja infrastruktur, mempromosikan daerah dan membangun sumber daya manusia.
Filipina terus perjuangkan HAM di dunia internasional melalui partisipasi dalam Human Rights Council (HRC/Dewan Hak Asasi Manusia).

Sebagai satu dari 47 anggota HRC pada tahun 2006, Filipina punya peran penting di HRC. Negara ini kukuh mendukung upaya kooperatif dan dialog membantu setiap negara dalam penegakan HAM dan kebebasan fundamental.

Lelita menyatakan, dalam kampanye melawan narkoba, Duterte berkomitmen memberantas kejahatan jalanan dan penyalagunaan obat terlarang di seluruh tingkatan masyarakat, korupsi di pemerintahan, dan kesenjangan di masyarakat. Perang terhadap narkoba akan terus dilancarkan meliputi penindakan, penuntutan, rehabilitasi.

Pemerintah telah mengambil lima tindakan untuk mengatasi masalah narkoba, yaitu pengurangan pasokan, pengurangan permintaan, mencari aternatif, kesadaran dan respon, kerja sama regional dan kerja sama internasional. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved