Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Anjing Usia Dua Bulan Bisa Sebabkan Rabies

Sebanyak 35 kasus warga digigit anjing di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam awal Maret ini.

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
Foto Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Sebanyak 35 kasus warga digigit anjing di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam awal Maret ini.

Kepala bidang penanggulangan penyakit dan wabah, Dinkes Boltim Sammy Rarung mengungkapkan kasus gigitan anjing terjadi disejumlah desa seperti Desa Jiko, Desa Mooat dan Bongkudai Baru.

"Ada 35 kasus gigitan terjadi hingga Maret dan sepuluh kasus diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)," ungkapnya pada Senin (27/3).

Dia merincikan empat kasus gigitan anjing terjadi di kecamatan Tutuyan, sembilan gigitan di kecamatan Nuangan, 10 gigitan di kecamatan Modayag, tujuh kasus di kecamatan Mooat. "Modayag Barat dan Buyat masing-masing satu kasus. Kotabunan tiga kasus gigitan," ucapnya.

Warga yang digigit anjing tersebut mampu disembuhkan dengan suntikan vaksin. Gigitan anjing yang terinveksi rabies sangat mematikan, jika tak segera ditolong.

"Selalu diimbau agar anjing yang menggigit jangan dibunuh.  Petugas akan melakukan obsevasi terhadap anjing selama dua minggu. Tahun lalu ada 112 kasus gigitan dan satu diantaranya meninggal dunia," terangnya.

Dia meminta warga untuk melakukan penanganan medis bagi warga yang digigit anjing. Jika mulai timbul gejala rabies akan sulit disembuhkan.

"Boltim belum ada perda agar hewan diikat. Tapi hanya ditempat tertentu yang populasi anjing tinggi. Proses vaksinasi hewan penular rabies dilakukan distanak," ungkapnya.

Dia meminta agar luka gigitan segera dibilas dalam air mengalir menggunakan sabun selama 15 menit.

"Apabila anjing meninggal, dibunuh atau hilang usai menggigit. Maka pasien kami suntikan vaksin sebanyak empat kali secara gratis. Harga vaksi cukup mahal Rp 1 jutaan. Kalau salah penanganan bisa menular," ungkapnya.

Virus rabies masuk melalui syaraf bukan pembulu darah. Sehingga vaksinasi langsung diberikan kepada korban yang digigit dibagian organ vital yakni jari kaki, jari tangan, segitiga organ intim dan bagian bahu ke arah kepala.

"Gejala rabies demam, mual dan nyeri ditenggorokan. Pasien selalu haus tapi tak bisa minum karena tenggorokan tertutup. Air liur keluar banyak, mereka rakut air dan cahaya," ungkapnya.

Kepala Seksi Peternakan, Dinas Pertanian Boltim, Dokter hewan Moch Insani mengungkapkan Boltim memiliki populasi anjing sebanyak 5.200 ekor,  kucing sebanyak 564 ekor dan monyet sebanyak 50-an ekor.

"Setiap enam bulan dilakukan penyuntikan vaksin kepada hewan penyebab rabies. Kita sudah lakukan sebagian pada Februari lalu," ungkapnya.

Vaksinasi terkendala hewan yang dilepas liar dan petugas hewan terbatas. "Anjing usia dua bulan bisa sebabkan rabies," jelasnya. (Ald).

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved