Peternak Babi Demo di Kantor Wali Kota Tomohon
Diperkirakan ratusan peternak tergabung dalam Komunitas peternak babi Sulut mengruduk kantor Wali Kota Tomohon, Selasa (21/3).
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Diperkirakan ratusan peternak tergabung dalam Komunitas peternak babi Sulut mengruduk kantor Wali Kota Tomohon, Selasa (21/3).
Usaha mereka memasuki Kantor Wali Kota pun ditahan gabungan personel Polisi dan Pol PP yang sudah siaga di jalan Slanag, depan kantor Wali Kota. Terpaksa para peternak dari wilayah Minahasa dan sekitarnya menyuarakan aspirasi di jalan raya.
Kedatangan mereka untuk menyorot ulah sebuah perusahaan pakan ternak yang melebarkan sayap untuk ikut beternak babi di Tara-tara masuk wilayah Tomohon.
Kondisi ini menyebabkan persaingan jadi timpang. Para peternak rumahan banyak yang gulung tikar karena kalah bersaing dan harga babi jadi turun.
Kris Luntungan, dari Komunitas Peternak Babi Sulut mengungkapkan, perusahaan dimaksud punya modal besar, awalnya menjual pakan sudah masuk ke usaha peternakan.
Petani rumahan tentu kalah bersaing, biasa membeli pakan dari toko, harus bersaing dengan perusahan pakan yang ikut beternak. Dengan kondisi ini persaingan jadi berat sebelah. Istilahnya pemodal besar menguasai industri dari hulu ke hilir, sementara nasib peternak kecil jadi tak tentu bahkan ada yang gulung tikar.
"Harga jual babi jadi murah, kami yang peternak kecil yang merasakan dampaknya," ujar
Para pendemo kemudian disambut Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon, Harold Lolowang. Sekkot kemudian mengundang 6 perwakilan komunitas peternak untuk berdialog secara tertutup di ruang rapat Sekkot. Media pun dilarang meliput pertemuan tersebut.
Sekitar sejam berdialog, para peternak pun keluar dengan wajah kurang puas. Jeffry Pua, Koordinator Aksi mengungkapkan, tuntutan peternak jelas, agar perusahaan yang beroperasi di Tomohon harus ditutup.
"Kalau belum ada hasil tentu kami belum puas," kata Pua.
Sekkot Tomohon mengungkapkan, pemerintah sudah mendengar aspirasi para peternak. Namun, semua hal yang diungkapkan baru pernyataan sepihak. Pemkot perlu juga mengundang perusahaan yang dimaksud para peternak
"Minggu depan kami jadwalkan mengundang perusahaan yang dimaksud," kata dia.
Dari hasil pertemuan nantinya Jumat pekan depan, Pemkot akan memberikan penjelasan kepada para peternak.
Pemerintah tak bisa bertindak sembarangan, apalagi menutup sebuah usaha tanpa dasar aturan. "Kalau seperti itu investor tak mau berinvestasi di Tomohon," ujarnya. (ryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ratusan-peternak-babi-sulut-gelar-aksi-damai_20170321_215003.jpg)