Tak Ada Listrik Sejumlah Pedagang di Pasar 45 Terpaksa Tutup Lebih Awal
Akibat pemadaman listrik yang hampir mencapai tiga jam lamanya, sejumlah pedagang pakaian di pasar 45 Manado terpaksa menutup tokonya lebih awal.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akibat pemadaman listrik yang hampir mencapai tiga jam lamanya, sejumlah pedagang pakaian di pasar 45 Manado terpaksa menutup tokonya lebih awal.
Salah satunya yakni Ko Tian, ketika di Temui Tribun Manado, Minggu (12/3) di pasar 45 Manado kecamatan Wenang.
Ia mengatakan bahwa tidak memiliki mesin cadangan sebagai pemasok listrik. "Biasanya tutup toko pukul 22.00 Wita, tapi karena mati lampu terpaksa pukul 20.00 Wita kami sudah tutup," jelas dia.
Hal yang sama juga dikatakan Abdon salah satu pedagang kaki lima yang berasal dari Gorontalo. Ia harus pulang lebih awal karena sepi pembeli.
"Kalau lampu menyala kawasan pasar 45 ini paling ramai, tapi mungkin karena mati lampu jadi pembeli lebih memilih pulang ke rumah," ujar dirinya.
Pria 41 tahun itu juga belum mengetahui penyebab listrik tak kian menyala. "Belum tahu sampai saat ini, tadi dengar orang bercerita katanya ada pohon yang Tumbang. Tapi itu mungkin tidak benar," tandasnya. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/meme-mati-lampu2_20151016_154254.jpg)