Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Bumbu Dapur di Boltim Mulai Naik

Harga bumbu dapur di pasar Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai naik dalam sepekan terakhir.

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Harga bumbu dapur di pasar Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai naik dalam sepekan terakhir.

Pedagang pasar, Masita Kolopita mengungkapkan harga tomat naik drastis dari Rp 4.000 menjadi Rp 14 ribu per kilogram.

"Harga cabai sejak tiga bulan lalu tetap Rp 80 ribu perkilogram. Harga bumbu dapur cenderung naik sepekan ini," katanya pada Sabtu (12/3).

Harga cabai naik, karena banyak hasil panen dikirim keluar Boltim. Cabai yang dijual pedagang, umumnya pasokan dari petani Boltim.

"Stok cabai tetap ada. Hanya harganya belum turun karena ikut daerah lain naik sampai Rp 120 ribu hingga Rp 200 ribu perkilogram," tegasnya.

Bawang merah dan bawang putih pun naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. "Sayur-sayuran masih stabil, biasanya dipasok dari Mooat dan Modoinding," bebernya.

Minyak goreng curah pun naik Rp 1.000 menjadi Rp 14 ribu per kilogram. "Telur ayam naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 42 ribu per baki," jelasnya.

Dia bersyukur pasca relokasi pada akhir 2016 silam, penghasilannya pun naik. Katanya, dia meraup untuk tak kurang Rp 1 juta per hari.

"Pembeli sudah mulai banyak, mungkin karena pasar yang baru. Apabila terminal sudah dibangun di sini, mungkin lebih ramai lagi," ungkapnya.

Pedagang lainnya, Hamria Karim justru mengeluhkan belum lengkapnya fasilitas seperti WC. Lapaknya pun masih sering terkena hujan.

"Kami berharap lokasi lapak ditata. Penjual ikan sudah berjualan bumbu dapur, sehingga pembeli sudah tak datang ke lapak kami," jelasnya.

Dia pun mendengar lokasi tersebut dijadikan lokasi pesta minuman keras di malam hari. "Disini juga belum aman, beberapa pedagang kehilangan jualannya terutama pedagang ikan," katanya.

Dia pun menyoroti penagihan retribusi pasar yang tak menggunakan kupon. Ia khawatir tak masuk ke kas daerah.

"Saya beberapa kali tak mendapatkan kupon. Hari minggu pun kami ditagih bea," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Boltim Ahmad Mulyadi mengungkapkan fluktuasi harga sejumlah bahan pokok masih normal.

"Kami terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan kebutuhan bahan pokok," bebernya.

Pihaknya pun akan melakukan penataan lokasi lapak ikan dan lapak bahan pokok agar sesuai peruntukkannya. "Itu masalah kecil, nanti akan ditata," ucapnya.

Dia meminta pedagang agar tak membayar bea pasar apabila tak disertai kupon resmi. "Semua yang ditagih, masuk menjadi pendapatan daerah," tegasnya. (Ald)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved