Pascabanjir Bandang di Perum Atas Walian II, Robby Usul Drainase Diperluas
Drainase di Kelurahan Walian II Perum Atas perlu dibenahi lagi pascabanjir bandang, 19 Februari 2017 silam.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Drainase di Kelurahan Walian II Perum Atas perlu dibenahi lagi pascabanjir bandang, 19 Februari 2017 silam.
Sejak dibangun dua tahun lalu, Robby Mawikere warga setempat menungkapkan, infrastruktur itu tak banyak membantu sesuai fungsinya menampung air.
"Sudah 4 kali tergenang di wilayah ini," kata Robby.
Drainase tersebut dibangun sepanjang 80 meter, rencananya drainase itu untuk mengalirkan air dari cek dam di Bukit Wawo untuk dibuang ke daerah aliran sungai. Namun setelah dibangun ternyata tak maksimal.
Lebar drainase itu lebarnya hanya 50 sentimeter di bagian kaki dan 80 sentimeter di bagian leher membentuk trapesium. Sementara tingginya 90 sentimeter. "Tapi dibangun tak ada lubang kontrolnya," kata Robby menunjuk drainase tepat di samping rumahnya itu.
Ia mengaku heran, drainase dibangun kecil padahal ada warga yang sudah menghibah selebar 1,5 meter untuk pembangunan drainase.
"Sudah dua kali musrembang disampaikan persoalan yang sama," sebutnya.
Sudah sempit kini drainase itu pun sudah penuh sedimen yang terbawa air banjir bandang.
Robby berharap, bisa ada kerja bakti massal yang digagas pemerintah kelurahan untuk membersihkan drainase.
Pemerintah Kota Tomohon pun sudah merespon antisipasi banjir di masa mendatang. Rencana yang siap direalisasikan adalah menambah cek dam di Bukit Wawo. Cek dam yang ada sekarang baru bisa menampung 15000 kubik air. (ryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/warga-perum-atas-walian-ii-bersih-bersih-rumah-dan-gereja-pascabanjir_20170220_140719.jpg)