Breaking News:

Karpowership Pasok 45 Persen Listrik Sulut

Keberadaan kapal genset Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Zeynep Sultan memegang peran penting.

Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
WORKSHOP - Ufuk Berk, Regional Director Karpowership Indonesia menjelaskan soal kapal listrik pada Workshop Media: Kenali Listrik Sulut yang digagas Karpowership di Hotel Sintesa Peninsula, Jumat (24/2). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keberadaan kapal genset Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Zeynep Sultan memegang peran penting ketersediaan daya listrik di Sulawesi Utara. Menurut GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, kapal tersebut memasok 45 persen dari total daya mampu.

"Sisanya, 22 persen dari pembangkit listrik sewa dan 33 persen dari pembangkit milik PLN. Bisa dilihat, produksi sewa dan kapal listrik 67 persen. Artinya, kita masih bergantung pada produksi listrik dari luar," ujar Baringin dalam Workshop Media: Kenali Listrik Sulut yang digagas Karpowership di Hotel Sintesa Peninsula, Jumat (24/2).

Ufuk Berk, Regional Director Karpowership Indonesia mengatakan, PLN tak perlu mengkhawatirkan kehilangan daya dari kapal tersebut. Karena menurutnya Produksi listrik Karpowership akan terus berjalan meski sedang melakukan pemeliharaan.

"Strategi yang kami lakukan agar tidak mengganggu pasokan listrik yang ada yaitu tidak melakukan pemeliharaan untuk enam mesin sekaligus melainkan satu per satu," terangnya.
Nevzat Senlink, Plant Manager/Head Captain of the Ship (Kapten Kapal Karadeniz Powership Zeynep Sultan) mengatakan dalam melakukan pemeliharaan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam saja.

"Pemeliharaannya sama seperti motor. Per berapa kilometer harus mengganti oli dan sebagainya. Kalau mesin Powership hitungan pemeliharaannya per jam. Dimulai dari 1000 jam pemakaian, dan berlaku kelipatan berikutnya saat ini sudah mencapai 8000 jam pemakaian," jelasnya.

Sedangkan untuk pemeliharan yang cukup besar ketika mesin digunakan selama dua setengah tahun. Dia mengaku jika ada masalah pada mesin, maka pihaknya akan langsung memperbaiki karena mempunyai insinyur yang berada di Kapal untuk memperbaiki masalah teknis.

"Kami juga menyediakan spare part jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jika ada faktor yang tidak terduga seperti bencana alam yang membuat kapal tidak bisa bekerja dan sudah tidak bisa diperbaiki maka kami terpaksa harus menunggu mesin lain yang didatangkan dari Turki untuk mengganti, dan jika dalam keadaan demikian, maka produksi listrik pasti akan terganggu," kuncinya. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved