Warga DKI yang Kehilangan Hak Pilih Lapor ke Posko Pengaduan Tim Ahok-Djarot
Mereka yang datang, langsung disambut dan diberikan formulir untuk menulis data diri serta bentuk-bentuk pengaduan saat menyoblos.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Puluhan warga DKI Jakarta, Sabtu (18/2/2017) berbondong-bondong menyambangi Posko pengaduan tim Ahok-Djarot di Jl Borobudur 18, Jakarta Pusat.
Kedatangan mereka yakni untuk melaporkan kesulitan-kesulitan saat mencoblos di pemungutan suara 15 Februari 2017 lalu.
Pantauan Tribunnews.com banyak dari warga yang datang mengenakan kemeja kotak-kotak merah yang identik dengan tim Ahok-Djarot.
Mereka yang datang, langsung disambut dan diberikan formulir untuk menulis data diri serta bentuk-bentuk pengaduan saat menyoblos.
Tari (29), warga Mampang, Jakarta Selatan salah satunya, dia melapor karena tidak bisa mencoblos hanya karena belum menerima e-KTP fisik padahal dirinya sudah terdaftar menggunakan Kartu Keluarga (KK).
"Saya belum dapat e-KTP dari kelurahan dan tidak dapat undangan padahal sudah punya KK makanya saya lapor ke sini," kata ibu rumah tangga itu.
Tari menambahkan apabila nanti ada putaran kedua, ia berharap bisa menggunakan hak pilihnya.