Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sumur Bor Macet, Warga Minum Air Hujan

Penyaluran bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor di Tandurusa Kota Bitung belum merata.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado
Wow, Puluhan Relawan Pemuda GMIM Ikut Bersihkan Longsor di Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Penyaluran bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor di Kota Bitung belum merata.
Sejumlah warga RT 17, Lingkungan 5, Kelurahan Tandurusa mengaku kesulitan air minum serta makanan.
Vonny Lukas, satu warga mengatakan, dirinya hanya minum air hujan. "Air tak ada terpaksa minum air hujan yang ditampung di drum," beber dia.

Untuk keperluan di kakus, kata dia, mereka mengandalkan air yang menetes dari dari atas bukit. Air tersebut sudah berwarna coklat.
Sebut dia, selama ini, warga mengambil air dari sebuah sumur bor dengan bayaran per jam. "Namun listrik mati, mesinnya juga rusak," kata dia.

Ibu Lukas Pokarila warga lainnya mengaku makanan hanya lancar di hari pertama.
Hari kedua dan ketiga, makanan jarang datang.
"Bantuan tidak tembus kemari, hanya ada pop mie serta nasi yang sudah basi mungkin kelamaan di posko," kata dia.
Lukas yang sudah berusia lanjut mengaku kelaparan hingga nekat mencari ubi bete di kebun. Ubi direbus dengan air hujan. "Makanan ini juga saya kasih makan ke para pekerja," ujarnya.

Lukas sempat mengalami pengalaman buruk kala antre makanan. Ia sempat diusir petugas posko. "Mereka katakan yang prioritas adalah yang tidak punya dapur," kata dia.
Dia juga sempat mendapati bantuan berbau politik. Sejumlah pembawa bantuan membawa bantuan hanya untuk partai tertentu. "Mereka katakan hanya untuk warna tertentu saja," ujarnya.

Dia berharap bantuan bisa disalurkan secara merata. Amatan Tribun Manado Rabu (15/2), di posko Tandurusa, bantuan menumpuk. Terbanyak mi instan, lalu air mineral. Ada pula makanan bungkus. Hampir setiap menit, bantuan datang dari truk, mobil serta sepeda motor.
Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dalam rapat evaluasi penanganan bencana menegur para tenaga harian lepas (THL).

Sebutnya, sejumlah THL tidak becus dalam membantu korban bencana alam. "Ada yang hanya santai di lokasi bencana, padahal mereka sudah disuruh bekerja membantu korban bencana alam," kata dia.
Mantiri juga heran dengan beberapa THL yang enggan diperintah atasannya saat penanganan bencana. "Kok mereka seperti itu," kata dia.
Mantiri mengimbau seluruh ASN serta pihak yang terlibat dalam penanganan bencana untuk bekerja sepenuh hati.

Secara khusus ia mewanti -wanti pihak yang menyalurkan bencana. "Harus disalurkan merata," kata dia. Saat turun ke Tandurusa
beberapa hari lalu, Maurits sempat menegur beberapa
petugas karena tidak becus dalam menyalurkan bantuan. "Setiap korban harus dibantu," kata dia. *

STORY HIGHLIGHTS
* Untuk keperluan di kakus, mereka mengandalkan air warna coklat yang menetes dari atas bukit
* Selama ini, warga mengambil air dari sumur bor dengan bayaran perjam. Namun listrik mati, mesinnya juga rusak
* Makanan hanya lancar di hari pertama.
Hari kedua dan ketiga, makanan jarang datang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved