SBY Sebut Antasari Lancarkan Fitnah Keji, Antasari Serang Balik!
"Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*"
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak berselang lama usai mantan Ketua KPK Antasari Azhar menggelar konferensi pers di Bareskrim Polri, menyebut SBY lah yang menginisiasi kriminalisasi terhadap dirinya, SBY pun balas menyerang.
Melalui akun twitternya @S.B. yudhoyono, SBY menyebut statement yang dilayangkan Antasari tersebut adalah fitnah dan tuduhan keji yang diarahkan kepadanya.
Baca: Lewat Twitter, SBY: Apa Belum Puas Terus Memfitnah dan Hancurkan Nama Baik Saya?
Baca: Aksi Saling Serang Kian Panas, SBY Bakal Polisikan Antasari Azhar
Menurut SBY, dirinya sudah menduga ini sudah direncanakan sebelumnya jelang pemungutan suara Pilkada Jakarta.

"Satu hari sebelum pemungutan suara Pilkada Jakarta (saya duga direncanakan), Antasari lancarkan fitnah & tuduhan keji terhadap saya *SBY*"
Masih di akun twitternya, SBY menambahkan,
"Tujuan penghancuran nama SBY oleh Antasari & para aktor di belakangnya - agar Agus-Sylvi kalah dlm pilkada besok, 15 Feb 2017. *SBY*"
Antasari tak tinggal diam.
Diwawancarai Live oleh Metro TV Antasari balas menyerang pernyataan SBY tersebut.
"Apa hubungan saya dengan Pilkada Jakarta? Justru inilah fitnah. Tak ada motif politik. Saya sayangkan beliau presiden ke -6 berikan statement begitu. Tidak negarawan. Malah bikin fitnah seperti itu," ungkap Antasari.
Sebelumnya Antasari melontarkan pernyataan mengejutkan.
Antasari Azhar meminta Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rekayasa kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Antasari menyeret nama SBY. Antasari sebut SBY tahu betul di balik kasus pembunuhan Nasrudin.
Antasari mengatakan SBY telah mengkriminalisasi dirinya, karena menolak membebaskan besan SBY, Aulia Tantowi Pohan.
2009 lalu, Antasari menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang tengah mengusut kasus yang melibatkan mantan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Aulia, yang diduga korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar.
"Kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono jujur, beliau tahu perkara ini, beliau jujur, beliau cerita, apa yang beliau dialami, apa yang beliau perbuat, beliau perintahkan siapa, untuk merekayasa dan mengkriminalisasi Antasari," ujar Antasari di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).
Antasari mendesak SBY untuk mengungkapkan apa yang dilakukan terhadapnya.
Dari memerintahkan siapa, dan meminta melakukan apa untuk mengkriminalisasi Antasari.
"Ini yang saya laporkan pagi ini ke Bareskrim. Tapi saya minta Pak SBY jujur, terbukalah pada publik, terbukalah pada kita semua, saya sudah mengalami penjara 8 tahun," ujar Antasari.
Kriminalisasi yang disebut Antasari, yakni terkait dirinya yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang tewas pada Maret 2009.
Tepatnya pada 4 Mei 2009, Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Antasari sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Antasari ditahan karena diduga sebagai aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.
Antasari disebut menembak bagian kepala Nasrudin, di dekat mal Metropolis Town Square, usai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang, Banten pada 14 Maret 2009.
Pembunuhan yang dilakukan Antasari diduga berkaitan dengan hubungan cinta segitiga antara dirinya, Nasrudin, dengan seorang caddy lapangan golf di kawasan Modernland bernama Rani Juliani.
Sumber : Twitter @SBYudhoyono/Metro TV/Tribunnews