Sekda Mitra Ingatkan Hati-hati dalam Pengelolaan Dana Desa

Beberapa warga yang bekerja dalam pelaksanaan pekerjaan Dandes mengaku menerima upah harian tak sesuai.

Sekda Mitra Ingatkan Hati-hati dalam Pengelolaan Dana Desa
NET
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pengeloaan Dana Desa (Dandes) oleh Pemerintah Desa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menimbulkan isu tak 'sedap'.

Beberapa warga yang bekerja dalam pelaksanaan pekerjaan Dandes mengaku menerima upah harian tak sesuai isi dalam Rencana Anggaran Belanja.

"Kalau dalam RAB kami digaji Rp 100 ribu tapi yang dibayarkan hanya Rp 90 ribu," ujar seorang pekerja di salah satu desa yang berada di Kecamatan Ratatotok.

Tak hanya itu harga material juga menurutnya berbeda. "Di RAB pasir yang dipakai yang mahal tapi yang dibeli sedikit lebih murah kwalitas pun di bawah standart," akunya.

Ia yang juga menjabat sebagai aparat desa itu mengaku mendapat ancaman dari Hukumua. "Katanya kalau kami buka suara akan dipecat sebagai perangkat desa," jelasnya.

Ia pun mengharapkan ada sikap tegas dari instansi terkait yang mengawasi Dandes. "Kami hanya takut pekerjaan kami hilang karena buka suara. Kami harap ada sikap tegas instansi terkait yang mengawasi," harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Fary Liwe saat dikonfirmasi akan hal tersebut mengaku sudah menyiapkan sanksi jika benar hal tersebut didapati.

"Kalau ditemukan memang tak sesuai dokumen makan ada sanksi, kita lihat nanti tingkat kelalaiannya di mana," kata Liwe

Menurutnya sejak lalu Pemkab Mitra sudah memperingatkan para Hukumtua dalam pengelolaan Dandes.

"Kita sudah peringatkan hati-hati dalam pengelolaan dandes serta ADD (Alokasi Dana Desa)," tandasnya

Penulis: Valdy Suak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved