Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado TV

(VIDEO) Bermodalkan Keterampilan dan Pohon Bambu, Warga Ini Raup Untung Besar

Desa Kinilow, Kecamtan Tomohon Utara, Kota Tomohon, merupakan satu di antara banyak tempat yang memiliki banyak pohon bambu.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Kagansa

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Desa Kinilow, Kecamtan Tomohon Utara, Kota Tomohon, merupakan satu di antara banyak tempat yang memiliki banyak pohon bambu.

Hal inilah yang dijadikan peluang usaha sebagian masyarakat di tempat itu, yakni dengan menjadi pengrajin bambu.

Usaha dengan produk-produk anyaman tradisional yang terbuat dari bambu seperti topi petani atau tolu, keranjang buah, tempat lampu (lampion), kandang ayam dan burung ini, tak membutuhkan biaya banyak, karena cukup bermodalkan keterampilan menganyam serta memiliki pohon bambu.

Happy Bahagia salah satu pelaku UMKM mengaku, bahwa ia sudah 10 tahun menjaani usaha tersebut.

"Usaha ini saya jalani sejak tahun 2001. Saya memilih menjalani usaha ini karena tak membutuhkan biaya banyak, hanya cukup bermodalkan keterampilan mengayam serta memiliki pohon bambu dengan cara menanamnya," ungkap pemilik kios anyaman bambu Angel ini.

Lanjut dia, dalam menjalani usaha tersebut, ia dibantu oleh dua orang karyawan, agar bisa memproduksi bayak anyaman.

"Awalnya, saya menjalani usaha ini hanya bersama sang istri. Namun, karena sudah banyak orderan, saya menambah karyawan agar bisa mendapatkan keuntungan lebih," ujarnya.

Dulu, tambah dia, sewaktu masih kurang orderan, pihaknya haya memproduksi 10 hingga 15 anyaman sehari, tapi sekarang dengan banyak orderan dan bertambahnya karyawan, sudah bisa memproduksi 50 hingga 60 anyaman sehari.

"Sehari, anyaman yang laku itu sampai 30 buah anyaman. Satu anyaman, dijual dengan harga mulai dari Rp5000 hingga Rp25.000, itu tergantung jenis dan model anyaman," jelas Happy.

Dikatakannya, untuk anyaman topi petani atau tolu dijual dengan harga Rp15.000, keranjang buah Rp20.000, tempat lampu, Rp10.000, dan kandang ayam atau kandang burung Rp25.000.

"Untuk produk yang paling bayak digemari adalah tolu dengan kandang ayam dan burung. Sedangkan untuk, tempat lampu nanti laris pada saat hari-hari besar seperti Paskah dan Natal," kata suami dari Maria Pesak ini.

Happy juga mengungkapkan, produk-produk anyamannya, banyak diorder oleh daerah-daerah sekitar seperti Tondano, Manado dan Bolaang Mongondow.

"Produk anyaman ini juga sering mendapat orderan dari Gotontalo, Makasar dan Palu. Bahkan para turis yang datang ke Tomohon juga sering membeli produk seperti Tolu. Khusus untuk produk yang diorder daerah sekitar itu adalah kandang ayam dan kandang burung," bebernya.

Sehari, jelas dia, dari hasil anyaman tersebut ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 1 juta. Keuntungan tersebut jika dalam keadaan ramai.

Sedangkan jika dalam keadaan sepi paling kurang keuntungannya Rp500.000.

"Selain produk anyaman bambu saya juga menjual produk dari anyaman rotan, seperti bola takrau dan perlengkapan dapur lainnya. Tapi itu tak besar keuntungannya," pungkasnya.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved