BI Kembangkan UMKM Sulut
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang besar dalam perekonomian.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang besar dalam perekonomian. Untuk itu Bank Indonesia (BI) menyusun strategi untuk mendorong dan mengembangkan UMKM.
"Satu di antaranya upaya yang dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM, yaitu dengan peningkatan kapasitas, peningkatan aksesterhadap jasa
keuangan dan pasar regional maupun internasional, meminimalisir kesenjangan informasi, serta peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan stakeholders," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Soekowardojo dalam
Seminar Komoditas Produk Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Sulut yang digelar di Wale Tondano Kantor BI Sulut, Kamis (2/2/2017).
Soekowardojo menambahkan untuk itu, Bank Indonesia telah mengembangkan penelitian Baseline Economic Survei (BLS). Penelitian ini berupaya untuk mengindentifikasi berbagai peluang di
daerah yang bermuara pada pemberian informasi potensi ekonomi suatu daerah
khususnya potensi yang dapat digarap oleh UMKM.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengembangan potensi ekonomi daerah ditujukan untuk memberikan informasi kepada stakeholders mengenai Komoditas Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM yang potensial untuk menjadi
unggulan daerah untuk dikembangkan.
Pada 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara telah bekerjasama dengan PT SEM Institute untuk kembali melakukan penelitian KPJU Unggulan UMKM yang dilakukan secara periodik setiap lima tahun sekali.
"Penelitian KPJU Unggulan UMKM ini memuat secara singkat profil daerah, profil UMKM, beserta faktor pendorong dan penghambat pengembangannya, kaitan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor tersebut, peranan UMKM, peranan perbankan dalam pengembangan UMKM," ungkapnya.
1enentuan KPJU Unggulan UMKM Provinsi Sulut dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dimodifikasi atau disebut Modified AHP. Disebut demikian karena penelitian ini menggunakan metode Borda dan metode Bayes dalam menetapkan KPJU Unggulan UMKM tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. "Dengan demikian, nantinya setiap kabupaten/kota bisa meningkatkan sektor unggulannya," ungkapnya.
Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengungkapkan identifikasi yang dilakukan oleh BI menjadi sumbangan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sulut. "Untuk itu kami harapkan bisa ditindaklanjuti oleh kabupaten/kota untuk membantu UMKM yang ada di daerahnya," tuturnya.
Hal ini karena peran pemerintah kabupaten/kota cukup besar, yaitu 70 persen untuk pengembangannya. Sedangkan Pemprov Sulut hanya 20 persen dan pemerintah provinsi hanya 10 persen. "Sebab selama ini pengemngan UMKM belum maksimal dilakukan ," katanya.
Dalam seminar tersebut sbagai pembicara Karebet Wijaya Kusuma. Dihadiri oleh Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian, Wakil Bupati Sitaro Sisca Salindeho, pimpinan perbankan, akademisi serta tamu undangan. (erv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bank-indonesia23_20160909_110728.jpg)