Pastor Kardo Kembali Ditugaskan di Ekuador

Pastor Rikardo Kristisimus Senduk MSC, kembali ditugaskan di Parroquia San Francisco de Asis, Tixan, dan Parroquia San Juan Evangelista

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Setelah ditahbiskan imam oleh Mgr. Joseph Suwatan MSC, Sabtu, (28/2) di gereja stasi Bunda Hati Kudus Karaigi Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting Keuskupan Manado , Pastor Rikardo Kristisimus Senduk MSC, kembali ditugaskan di Parroquia San Francisco de Asis, Tixan, dan Parroquia San Juan Evangelista, Palmira Chimborazo, Ekuador, Amerika Selatan. 

Kali ini pria asli Kelurahan Woloaan, Tomohon menjadi pastor rekan di situ. Sebelumnya, ia menjadi frater diakon di paroki itu. Pembacaan tempat tugas itu dilakukan oleh provinsial (pemimpin) MSC Indonesia yang baru, Pastor Jhoni Luntungan MSC saat bagian pengumuman.

Walau Pastor Kardo-sapaan akrabnya- ditugaskan di Ekuador, misa tahbisan dan perayaan itu justru bernada Tionghoa karena bertepatan dengan misa Imlek. Hiasan dalam gereja dan panggung utama dipenuhi ornamen Tionghoa, negara di mana MSC pernah berkarya. Tarian persembahan ialah tari Tionghoa yang dibawakan beberapa anak. Bahkan kejutan-kejutan imlek diberikan panitia yang diketuai Pastor Bastian Adhi Dwi Sa'pang MSC (Pastor Rekan Paroki Tuminting) setelah misa.

Anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) diberikan angpao oleh uskup dan Pastor Kardo selesai mempersembahkan lagu-lagu berbahasa Tionghoa. Para pastor dan frater diminta juga diminta mengambil Angpao di pohon Angpao di atas panggung.

Pertunjukkan beda negara bukan hanya didominasi budaya Tionghoa. Frater Michael Dacalos MSC, frater tarekat MSC asal Filipina yang pastoral di Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting mempersembahkan tarian moderen bersama Orang Muda Katolik (OMK) Tuminting. Ia diketahui  pernah mengikuti Pra Novis (pembinaan awal calon imam) di Vietnam sebagai kewajiban calon imam asal Filipina.

Uskup Suwatan dalam kata pengantar mengajak semua bersyukur tahbisan imam ini bertepatan dengan imlek masyarakat Tionghoa. Imlek katanya merupakan pesta perubahan musim.

"Musim yang baru ini ditandai tahun ayam. Ayam berkokok pada pagi hari mengingatkan kita untuk doa dan misa. Itu memiliki arti simbolik. Ayam pekerja keras karena sejak pagi-pagi sudah bangun," ujarnya.

Dalam renungannya, ia mengatakan hari ini hari yang baik. Katanya di Ambon juga ditahbiskan enam imam diosesan dan imlek itu juga bisa memberikan pelajaran berharga bagi para imam.

"Imlek itu  perayaan masyarakat pertanian. Setelah musim salju yang berat ada musim semi di mana air mengalir dan salju tidak turun lagi dan pohoh tidak mati. Semoga ini menjadi masa yang subur, cerah dan kebahagiaan bagi panggilan. Kita diberi yang baru untuk Gereja yang memberi rasa aman, sukacita, kegembiraan, dan kesegaran," katanya.

Pada bagian pengumuman, ia mengatakan pada April sesudah Paskah akan ditahbiskan lima orang imam keuskupan Manado. Mereka katanya bertugas di berbagai tempat sampai Sulawesi Tengah.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved