Jalan Ratahan Berlumpur saat Hujan
Pengerjaan pelebaran jalan raya Ratahan, Minahasa Tenggara belum jelas. Setelah dilakukan penggusuran.
Penulis: | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pengerjaan pelebaran jalan raya Ratahan, Minahasa Tenggara belum jelas. Setelah dilakukan penggusuran untuk pelebaran tak ada lagi pekerjaan lanjutan.
Keadaan di ibu kota Kabupaten saat ini tampak masih semrawut. Bagian yang digusur belum juga diaspal. Saat hujan, bagian jalan becek dikarenakan tanah bekas gusuran. Saat panas pun sangat berdebu, serta terdapat beberapa lubang di bagian jalan.
Meski jalan tersebut berada di pusat pemerintahan dan menjadi 'cermin' perkembangan kabupaten, namun pekerjaan terkesan lambat.
Robby, warga Ratahan mengatakan, bahwa hal tersebut tidak menampakan sebuah ibu kota kabupaten. "Masih jalan di kecamatan lain yang lebih bagus. Sejak lalu katanya sudah akan diaspal tapi belum juga," katanya.
Menurutnya, hal itu perlu jadi perhatian pemerintah yang berwenang untuk menyelesaikan pengerjaan jalan tersebut. "Hujan berlumpur, kalau panas berdebu mohon diperhatikan jangan hanya dibiarkan begitu saja," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Mitra Welly Munaiseche mengatakan bahwa itu bukan tanggungjawab Pemkab. "Itukan jalan Nasional," kata dia.
Saat ditanyai kapan pekerjaan akan dilanjutkan serta adakah pengawasan dari pihaknya, ia mengaku tidak ada. "Itu kan proyek mereka tidak mungkin kita awasi, itu masuk jalan nasional," tandasnya. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pelebaran-jalan-ratahan_20170124_235533.jpg)