Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Saksikan! Karnaval Bendi Hias 29 Januari

Visit Pesona Minahasa 2017 dimulai. Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Karnaval Bendi Hias pada 29 Januari.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Remaja putri merayakan Kuncikan dengan keliling Minahasa naik Bendi, Minggu (31/1) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Visit Pesona Minahasa 2017 dimulai. Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Karnaval Bendi Hias pada 29 Januari.

Event wisata itu dipastikan setelah panitia melakukan technical meeting serta pencabutan nomor peserta yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Minahasa di ruang sidang kantor Pemkab Minahasa, Senin (23/1).

Technical meeting dihadiri oleh Asisten II Pemkab Minahasa Wilford Siagian, Kepala Disbudpar Minahasa Agustifo Tumundo, Staf Khusus Bupati Meksi Sahensolar, Ketua Dewan Juri Carnaval Bendi Hias, serta SKPD di Kabupaten Minahasa.

Asisten II menjelaskan, bahwa Karnaval Bendi Hias akan menjadi daya tarik pariwisata di Minahasa. "Kegiatan ini kiranya akan membawa banyak pengunjung ke Minahasa," ujar dia.
Dengan begitu dapat dapat meningkatkan pendapatan daerah. Sehingga, menurutnya, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk suksesnya acara ini.

"Tahun visit Minahasa 2017, kiranya dapat diatur sedemikian rupa agar acara ini produktif serta harus mempesona dan menarik perhatian masyarakat luas," kata dia. Sebab biasanya awal tahun merupakan tahapan untuk menarik pengunjung dan bisa menjadi faktor penentu keberhasilan.

Rencananya peserta di lepas dari Benteng Moraya melewati Jalan Boulevard, Tataaran, Roong, Wewelen, Luaan, Liningaan, Kiniar, Jembatan Tutu, mengarah ke Lapangan Sam Ratulangi atau Taman God Bless Minahasa.
Adapun juri di antaranya Meksi Sahensolar Ketua Dewan Juri mewakili akademisi dan pemerhati pariwisata. "Penilaian akan dilakukan di beberapa titik," kata Kadisbudpar.

Sahensolar menuturkan, tujuan karnaval budaya hias ini intinya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Minahasa, membudayakan, dan melestarikan bendi sebagai transportasi tradisional dan angkutan pariwisata dan sebagai sumber pendapatan kusir bendi.
"Harus kreatif, tematik pesona Minahasa, inovatif, performance kuda, bendi, kusir, dan penumpang," kata dia. *

KETENTUAN PENILAIAN
* Peserta harus mulai dari start dan tiba di garis finish
* Kelengkapan bendi berupa lampu lentera, bel, pelana kuda, tempat sampah, rambu peluncur, kas kotoran kuda
* Kreatif, tematik pesona Minahasa, inovatif, performance kuda, bendi, kusir, dan penumpang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved