Ketua BPK Berikan Wejangan di Unima
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis berikan wejangan saat rapat koordinasi program kerja.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis berikan wejangan saat menghadiri rapat koordinasi program kerja Unima tahun 2017 di ruang Senat Unima, Jumat (20/1).
Azis menjelaskan, bahwa Unima memiliki potensi sehingga harus ikut menentukan masa depan Indonesia. "Tekad itu harus ada di ujung," kata dia. Ia pun memotivasi agar Unima harus mengalahkan ranking UI dan ITB ke depan.
"Ini persaingan kualitas, guru, dosen, fasilitas harus berkualitas, kalau bisa gaji dosen ditambah terus, dan itu bisa kalau unima jadi balai layanan umum (BLU) atau perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH)," kata dia.
Ketua BPK menjelaskan, kalau sudah BLU, keuangannya sudah diatur oleh Unima sendiri.
Menurutnya, pegawai yang rajin bisa diberikan insentif juga pangkat dan jabatan. "Beri kesempatan kepada dosen muda. Intinya sangat penting membangun masa depan, khususnya pendidikan dan produktifitas pendidikan," ujar dia.
Ia menjelaskan kalau ada yang diperiksa dan merasa tidak setuju. "Ada komentar instansi saya akan suruh memeriksa juga, namun posisi kita cuma rekomendasi," jelasnya. Untuk saat ini Unima belum bisa diperiksa oleh BPK lantaran masih bersifat satuan kerja.
Ia menambahkan, sejauh ini, Unima belum ada tempat mengadu mahasiswa jika dosen tak bertanggung jawab.
Menurutnya, pemeriksaan keuangan yang sering dilakukan menyangkut soal kepatutan, kewajaran, dan tidak ada unsur penyelewengan.
Ia juga menjelaskan juga bahwa jika sudah BLU, kenaikan gaji itu kewenangan rektor.
"Pegawai perguruan tinggi akan diminati jika penggajian baik," jelasnya.
Semua, menurutnya, tergantung dari pengelolaan. "Ada beberapa persoalan seperti aset dan masalah dana bansos," jelasnya.
Namun biasa yang dilakukan audit adalah
kinerja. "Namun unsur penyelewengan kita serahkan ke aparat hukum, audit itu seperti medical check up dan kalau laporan fiktif sudah pasti ada unsur pidana," jelasnya.
Ia menasehati jika nanti sudah jadi BLU dan diperiksa oleh BPK, ada rekomendasi segera ditindaklanjuti supaya tidak ada masalah kemudian hari.
"Setiap universitas sekarang ada saingan kualitas, program. Upayakan nanti kalau ada yang butuh pendidikan yang dicari adalah Unima," jelasnya. Ia menambahkan, Unima harus memiliki kredit value, harus buat action plant.
"Supaya nanti Unima bisa mengalahkan UI, buat tim untuk memikirkan itu, jadikan semua dosen di Unima pemimpin dan harus banyak berimajinasi, pikirkan apa yang tidak bisa dipikirkan agar lebih maju," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mendapatkan opini WTP dari BPK, kesalahan administrasi hanya 3 persen saja. "Namun kalau sudah pidana tidak mungkin dapat WTP," jelasnya.
Ia menjelaskan nanti jika sudah BLU dan BPK yang periksa, opini akan diberikan kepada kementerian.
"WTP itu baru neccesary condition," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini belum bisa melakukan pemeriksaan kepada Unima karena sifatnya masih satuan kerja.
"Kalau rektor ingin berupaya menjadi BLU akan ada surat keputusan Kemenkeu didukung Kemenristek Dikti baru dilakukan penilaian pengelolaan keuangan, kemungkinan 2018," jelasnya.
Ia menjelaskan kalau sudah jadi BLU harus pertanggungjawabannya, bukan BPK yang memeriksa, namun laporan keuangan dilakukan dari kantor akuntan tapi harus standar kuantan BPK.
Prof Paula Runtuwene, Rektor Unima menjelaskan, bentuk penghargaan bisa dikunjungi pimpinan BPK. "Apalagi memberikan materi tentang tata kelola keuangan universitas, dan memberikan
pencerahan pengetahuan wawasan pengelolaan keuangan good goverment, berupa transparansi akuntabilitas, dan pengelolaan keuangan," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini, Unima persiapan menuju ke BLU. "Sangat membantu memahami bagaimana BLU dan konsekuensinya," ujarnya.
Ia menambahkan Unima juga akan membentuk membuat tim persiapan BLU. "Mereka mengkaji dan membuat Renstra strategis bisnis, kita harus tahu kekuatan kita apa, Unima ini bisa buat apa," jelasnya. Usai itu, dilakukan tukar cinderamata. *
STORY HIGHLIGHTS
* Unima memiliki potensi sehingga harus ikut menentukan masa depan Indonesia.
* Memotivasi agar Unima bisa mengalahkan ranking UI dan ITB ke depan
* Kalau bisa gaji dosen ditambah terus, dan itu bisa kalau Unima jadi BLU
* Unima belum bisa diperiksa oleh BPK lantaran masih bersifat satuan kerja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jika-ada-dosen-atau-pegawaipungli-unima-kini-punya-tim-saber-pungli_20170120_172851.jpg)