Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tak Ada Ormas Radikal di Minsel

Ormas radikal yang biasanya menjadi pemicu kegaduhan, kata Lumingkewas, tidak ada di Minsel.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado, Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Di tengah heboh-hebohnya Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di sejumlah daerah yang melakukan aksi demo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) malah adem-ayem.

Tak ada reaksi keras Ormas, apalagi melakukan hal-hal yang anarkhi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Minsel, Benny Lumingkewas, menjelaskan kondisi keamanan dan ketertiban terus terjaga. "Jarang terjadi kegaduhan di Minsel akibat Ormas Radikal. Hingga saat ini, secara keseluruhan, Minsel dalam keadaan aman," ujarnya.

Ormas radikal yang biasanya menjadi pemicu kegaduhan, kata Lumingkewas, tidak ada di Minsel.

"Kabupaten Minsel bebas Ormas Radikal. Oleh sebab itu, daerah kita aman-aman. Tidak ada yang perlu ditakutkan," tukasnya.

Kendati demikian, Lumingkewas mengingatkan seluruh warga Minsel untuk tetap waspada terhadap paham-paham yang bertentangan dengan empat Pilar bangsa.

"Meskipun daerah kita aman, namun kita harus tetap waspada. Artinya, mewaspadai paham-paham yang bertentangan dengan empat pilar bangsa kita. Selain itu, jika ada orang yang dicurigai berada di lingkungan kita, secepatnya melaporkan hal itu ke pihak yang berwenang," terangnya.

Ada empat organisasi yang kata Lumingkewas, selalu bekerjasama dengan Pemkab Minsel untuk menangkal potensi kegaduhan oleh Ormas atau kelompok radikal.

"Di Minsel ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Komunitas intelijen Daerah (Kominda), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM). Organisasi ini selalu bekerjasama dengan Pemkab untuk menangkal potensi kekacauan, atau munculnya organisasi radikal," timpalnya.

Sinergitas antara sejumlah organisasi dengan pemerintah inilah jelas Lumingkewas yang membuat suasana keamanan di Minsel terus kondusif.

"Kalau pun ada perkelahian antar kelompok, itu hanya bermula dari masalah antar pribadi, bukan agama atau suku," kuncinya. (tiw)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved