Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PD Pasar Manado Jadia Tempat Belajar Kelola Pasar

Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado jadi tempat belajar daerah-daerah sekitar dalam pengelolaan pasar.

Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
pelelangan ikan pasar bersehati 

Laporan wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado jadi tempat belajar daerah-daerah sekitar dalam pengelolaan pasar.

Ini dibuktikan dengan kedatangan sejumlah anggota dewan Bolmong, Jumat (20/1) siang di kantor PD Pasar Tikala.

Belasan anggota dewan tersebut diterima Direktur Utama PD Pasar Fery Keintjem melalui Didi Syafi'i Direktur Operasional PD Pasar Manado bersama Direktur Umum di ruang rapat Gedung PD Pasar.

Anggota Dewan Bolmong dipimpin Esra Panese bersama Marthen Tangkere langsung langsung menanyakan cara pengelolaan pasar di Manado.

Didi, menjelaskan PD Pasar Manado memang yang pertama berdiri di Sulut. Awal berdiri setelah sebagai perusahaan daerah karena pengelolaan awal ada banyak masalah sampai para karyawan kala itu tidak menerima gaji karena pembiayaan lewat anggaran APBD.

Melihat hal itu dan beberapa masalah lainnya, maka keluarlah Perda Nomor 14 Tahun 2002, yang terdiri dari dua perusahaan yakni PD Pasar dan PD Air dalam membantu Pemerintah Kota Manado.

Tapi, ada koreksi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, maka dibuatlah Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang PD Pasar berdiri sendiri, Penyertaan modal sendiri sesuai petunjuk BPK. "Dalam Perda ini pengelolaan pasar, penetapan tarif, dan pengelolaan lainnya dibuat oleh direksi," ujar Didi.

PD Pasar juga mengelola pendapatan retribusi, kebersihan, biaya sewa dan semua bangunan yang masuk pada aset PD Pasar.

Sementara pendapatan perbulan PD Pasar kurang lebih Rp 1,2 Miliar. Pertahun untuk semua aset PD Pasar kurang lebih Rp 20 Miliar.

Ia menambahkan, kendala di PD Pasar yang ditemukan dan paling menonjol ialah sewa menyewa tempat dagang. "Sering terjadi take over lokasi tempat jualan dengan harga diatas dari pembicaraan awal. Misalnya PD Pasar kontrakan hanya Rp 10 juta pertahun, maka keadaan dilapangan ada yang jadi ratusan juta karena sudah beberapa kali disewakan," urainya.

PD Pasar juga menargetkan pembangunan pasar pada 11 kecamatan di Manado.

Esra Panese anggota dewan Bolmong ingin menanyakan kepada PD Pasar bagaimana mengelola pasar. "Kami ingin belajar dari PD Pasar agar kedepannya bisa di terapkan di Bolmong," katanya.

Kabupaten Bolmong paling tua, tapi dalam perkembangan sedang saat ini masih berjalan diantaranya membangun pasar.

"Kami ingin belajar dalam pembangunan pasar, tentang retribusi pasar di Kota Manado, dan berkaitan dengan Perda," ujarnya.

Marthen Tangkere anggota dewan menambahkan, hampir setiap kecamatan di Bolmong ada pasar rakyat, tapi hanya hari tertentu saja. Jadi perlu adanya inovasi dan pelajaran dari Kota Manado yang sudah lebih maju.

Turut hadir beberapa anggota dewan Bolmong, Esra Panese, Marthen Tangkere, Deddy Senduk, Sunyoto Paputungan, Teddy Tjong, Slamet Kohongia, dan beberapa pegawai sekretariat dewan Bolmong.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved