Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Saguer Masih Diminati Warga Manado

Saguer merupakan minuman khas dari Minahasa. Rasa manis , asam serta kandungan alkohol, membuat orang tertarik untuk mengkomsumsinya.

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
internet
minuman saguer. foto ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Saguer merupakan minuman khas dari Minahasa. Rasa manis , asam serta kandungan alkohol, membuat orang tertarik untuk mengkomsumsinya.

"Untuk minuman ini sudah jarang ditemukan di Manado, paling banyak di daerah Minahasa," kata penjual saguer Agus Paimin di Jalan Ring Road, Kamis (19/1).

Kata dia, minuman ini biasanya hanya diproduksi sedikit, karena lebih baik dihasilkan jadi Captikus atau minuman keras

"Sebab kalau Captikus lebih mahal harganya dibandingkan saguer," ujar Agus yang mengenakan kemeja putih serta celana pendek merah ini

Lanjut pria paruh baya ini, saguer biasanya hanya dikomsumsi ketika ada pertemuan keluarga atau pesta kawin. Untuk harga perbotol ukuran 600 ml Rp 5.000- 7.500.

"Memang berbagai minuman bermacam-macam dijual, tetapi saguer masih banyak diminati. Buktinya minuman ini selalu terjual 10-15 botol perhari," ujar pria ini.

Ia menambahkan, sudah mulai menjual saguer sejak tahun 2010 harganya masih satu botol Rp 2.000. Tertarik menjual saguer karena memang awalnya penikmat.

Warna putih susu menjadi identik dari saguer, untuk memperolehnya perlu kerja keras dan kesabaran bagi petani. Salah satunya Aweng (58). Mulai menguluti pekerjaan ini tahun 2005.

"Saya belajar pekerjaan ini dari orang Minahasa. Jadi awalnya ikut bersama. Lama kelamaan sudah mulai kerja sendiri," ujar Aweng pria Jawa ini.

Lanjutnya, untuk mendapatkan saguar perlu kesabaran serta keuletan. Sebab pekerjaan itu dimulai dari pembersihan pohon, pembuatan tangga, serta tampungan ketika akan panen.

"Pekerjaan ini memakan waktu kurang lebih tiga Minggu. Saya harus balik kebun Pagi dan Sore selama itu," ujar dia.

Pekerjaan dimulai dari meninjau mayang pohon aren, lalu mayang itu diketuk pelan-pelan jarak waktu tiga hari sampai sudah ada buah Aren jatuh ke tanah. Barulah batang mayang diiris. Tetapi waktu itu jangan ditampung, sebaiknya didiamkan. Nanti airnya keluar secara alami baru ditampung.

"Untuk dapat rasa manis penampung harus bersih," kata dia.

Ia mengatakan, sekarang adanya pembangunan di daerah Ring Road pohon aren sudah banyak ditebang.

"Jadi untuk mengambil saguer harus berjalan 1 KM tiap hari ke kebun,"tuturnya.

Penjualan dilakukan dengan memasukan ke warung-warung. Sekali panen saguer, bisa 15 botol.(Ven)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved