Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PDAM Noongan tak Jalan, Warga Andalkan Air Hujan

Butuh perhatian pemerintah. Sudah hampir tiga pekan sejak 3 Desember 2017, warga Desa Noongan.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Butuh perhatian pemerintah. Sudah hampir tiga pekan sejak 3 Desember 2017, warga Desa Noongan, Langowan harus bersusah payah mendapatkan air bersih.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sudah tidak memasok air. Masyarakat sekitar terpaksa mengambil air di keluarga atau tempat yang agak jauh dari rumah mereka untuk keperluan makan dan minum, mandi, cuci, dan kakus.

Kadang untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus mereka hanya mengandalkan air hujan saja.
Seperti Oma Sintje Kanter yang bersyukur bisa mandi meski hanya menggunakan air hujan. "Akhirnya bisa mandi biar cuma pakai air hujan yang penting bisa mandi," ujarnya, Rabu (18/1).
Pun dengan Mia Audina yang terpaksa menggunakan air hujan untuk cuci pakaian. "Tadi kan hujan, banyak air ditampung ya langsung dipakai untuk cuci, soalnya sudah banyak pakaian kotor dan air tidak jalan," kata dia.

Ia dan keluarga biasa mengambil air di gunung potong jika PDAM tidak jalan."Biasa langsung cuci di situ cuma agak jauh memang," jelas dia.
Warga meminta agar PDAM segera melakukan perbaikan terhadap mesin atau kerusakan penyebab tidak jalannya air.

Di Noongan Induk warga kesulitan juga membuat sumur. Menurut mereka, banyak batu besar di dalam tanah, sehingga penyaluran air bersih melalui PDAM bisa jadi merupakan satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan air bersih serial hari.

Ronny Lumintang mengaku kesal lantaran sudah lama air PDAM tidak jalan, sementara di tempat lain seperti Langowan air tetap jalan, padahal mata air berada di Noongan.

"Masa sumber air di sini, kami yang punya sumber air justru kami tidak mendapatkan air," kata dia.
Ia menjelaskan, padahal setiap bulan selalu rutin membayar. "Kalau tidak jalan juga kami akan lakukan protes," jelasnya.
Abraham Walean menjelaskan, bahwa tak mengalirnya air ke desanya sudah berlangsung lama, namun sudah dilaporkan ke PDAM dan kecamatan.

"Mereka bilang mesin rusak dan sudah diambil tadi, nanti besok mereka bilang akan dipasang," jelasnya.
Denny Tangkere, Kabag Umum PDAM Minahasa, menjelaskan, air mati lantaran mesin mengalami korslet terkena air. "Tadi sudah diambil oleh teknisi, besok pagi kami akan ke sana untuk set mesin, siang sudah akan jalan air di sana," ujarnya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Sejak 3 Desember 2017, warga Noongan harus bersusah payah mendapatkan air bersih
* Kadang untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus mereka hanya mengandalkan air hujan saja
* Di tempat lain seperti Langowan air tetap jalan, padahal mata air berada di Noongan
* Air tak bisa didistribusikan lantaran mesin mengalami korslet terkena air

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved