Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

DPRD Boltim Pertanyakan DAK Tak Cair

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan konsultasi ke kementerian keuangan terkait DAK

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID,TUTUYAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan konsultasi ke kementerian keuangan terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 yang tak masuk ke kas daerah sebesar Rp 37 miliar.

Ketua DPRD Boltim, Marsaole Mamonto mengungkapkan pihaknya akan berjuang ke kemenkeu dan komisi VII DPR RI terkait sisa DAK tersebut pada Kamis hingga Sabtu pekan ini.

"DAK tak masuk, sehingga Boltim ada utang Rp 35 miliar ke kontraktor," ungkapnya, pada Rabu (18/1).

Dia kuatir banyak program tahun ini akan batalkan karena menutupi utang 2016.

"Daerah lain tak ada masalah. Kami akan pertanyakan, kalau mungkin masih bisa disalurkan," ucapnya.

DPRD juga akan mempertanyakan besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dalam APBD 2017 yang turun sekitar Rp 166 miliar dibanding tahun lalu.

"DPRD akan melakukan konsultasi ke kementerian pariwisata terkait pengembangan pariwisata dan kementerian desa terkait rekrutmen pendamping desa," terangnya.

Diketahui, pemda Boltim memiliki utang kepada kontraktor senilai Rp 35.278.679.567.

Utang tersebut meliputi dinas pendidikan sebesar Rp 51.251.491, Dinas PU Rp 29.294.055.222, Badan Lingkungan Hidup Rp 440.134.290, dinas pertanian Rp 296.340.270, Badan KB Rp 141.234.500, Bappeda Rp 760.374.250, BPMPD Rp 966.140.742 dan dinas sosial Rp 199.474.240.

Hal ini disebabkan tak masuknya dana sebesar Rp 51 miliar terdiri DAK Rp 37 miliar, dana bagi hasil bukan pajak dan royalti Rp 5 miliar dan DAK non fisik Rp 10 miliar. (Ald)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved