Jimmy Rotinsulu: Pemkot Kotamobagu tak Biasa Awasi Penjualan Elpiji 5,5 Kg

Pemerintah Kota Manado tidak bisa mengawasi harga penjualan Bright Gas 5,5 Kg karena tidak bersubsidi.

Jimmy Rotinsulu: Pemkot Kotamobagu tak Biasa Awasi Penjualan Elpiji 5,5 Kg
bangkapos.com/Riyadi
Bright gas. foto ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Pemerintah Kota Manado tidak bisa mengawasi harga penjualan Bright Gas 5,5 Kg karena tidak bersubsidi.

"Kami tidak bisa lakukan intervensi terhadap penjualan tabung gas tersebut," ucap Kabag Perekonomian Kota Manado Jimmy Rotinsulu kepada Tribun Manado Senin (16/1) diruang kerjanya.

Menurutnya, pengawasan dan kewenangan harga ada pada Pertamina dan Pemerintah tidak bisa lakukan intervensi.

Ia mengusulkan kepada Pertamina agar menyiapkan tempat penitipan penjualan yang bisa terjangkau semua masyarakat seperti toko Alfamart, atau Indo Maret, Freshmart,

Karena ada alasan dari warga yang berkata masih sulit mendapatkan gas 5,5 Kg. "Yang saya tahu bahwa saat ini Pertamina sedang lakukan sosialisasi," ujarnya.

Terkait gas melon 3 Kg subsidi, pihaknya melakukan pengawasan dan pengecekan harga serta kuotanya.

Jika ada agen atau pangkalan nakal, Pemerintah sebatas memberikan pembinaan kepada para SPBE sampai pangkalan. "Awalnya kami panggil dan berikan teguran, tapi jika tidak diperbaiki maka dibekukan," jelasnya.

Kota Manado saat ini memiliki 7 agen, pangkalan aktif 661, pangkalan tidak aktif 173, totalnya 834 pangkalan.

Jumlah kuota LPG tahun 2016 untuk Kota Manado yakni 17.051 Metrik Ton.

Tabung perhari 30 truck kali 560 tabung, hasilnya 16.800 perhari.

"Jika pangkalan tidak berikan laporan dan menjual diatas harga eceran tertinggi (HET), maka sangsi bisa di bekukan," pungkasnya. (KEL)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved