Ini Penjelasan Djarot Terkait Belum Ditutupnya Alexis
Saiful Hidayat menjelaskan mengapa hingga saat ini Pemprov DKI belum juga menutup hotel di kawasan Jakarta Utara
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelaskan mengapa hingga saat ini Pemprov DKI belum juga menutup hotel di kawasan Jakarta Utara, yang diduga menjadi lokasi prostitusi kelas kakap, Alexis.
Seakan ingin sekaligus menjawab pertanyaan cagub nomor urut 3 Anies Baswedan yang dilontarkan dalam debat cagub-cawagub DKI tadi malam, Djarot mengatakan saat menutup suatu tempat harus sesuai prosedur.
Baca: Disindir Anies Tak Punya Nyali Tutup Alexis, Ahok: Kami SudahTutup Stadium
"Lho pelanggarannya harus ada, penutupan itu ada prosedurnya," ujar Djarot, usai blusukan di Pasar Kaget Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (14/1/2017).
Ia pun menegaskan, bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), telah menutup lokasi hiburan malam Stadium dan Milles.
"Kita udah tutup Stadium itu, Milles kita tutup, karena terbukti melanggar," jelas Djarot.
Ditutupnya dua klub malam tersebut lantaran dinilai sudah sesuai prosedur, yakni ada pelanggaran dengan adanya penemuan narkoba.
"Ada narkoba, untuk itu kita tutup, kan ga bisa tiba-tiba kita tutup," tegas Djarot.
Menutup suatu klub malam maupun hotel yang diduga menjadi lokasi prostitusi, tidak bisa sembarangan tanpa ada bukti yang kuat. Pelanggaran dan pengaduan harus ada, sehingga pihaknya bisa segera menindaklanjuti.
"Jadi, coba kita lihat nanti, ada nggak pelanggarannya? Ada nggak pengaduannya, kita harus tahu," kata Djarot.
Politisi PDIP itu pun mengaku belum ada pelanggaran yang biasanya mendapat perhatian lebih, yakni narkoba.
"Belum, belum ada pelanggaran narkoba di situ, kalau perlu kita grebek aja di situ, apa ada sarang narkoba di situ atau tidak," tandas Djarot.
Sebelumnya,cagub DKI Anies Baswedan mempertanyakan alasan mengapa pasangan petahana Ahok dan Djarot belum juga menutup hotel Alexis yang menurutnya dikenal sebagai lokasi prostitusi kelas kakap.