Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Persiapan Tes, Calon Sekkot Begadang hingga Pagi

Delapan calon sekretaris kota (sekkot) Bitung menjalani tes makalah dan wawancara, Rabu (11/1).

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Delapan calon sekretaris kota (sekkot) Bitung menjalani tes makalah dan wawancara, Rabu (11/1), di ruangan lantai 4 kantor Pemkot Bitung.
Addalah Malton Andalangi, Hermanus Bawuoh, Salama Hasjim, Olga Makarau, Ferdinand Tangkudung, Audy

Pangemanan, Frangky Sondakh dan Jeffry Wowiling.
Begitu tes selesai, para calon terlihat mengantuk. Beberapa di antara mereka bersandar di kursi sambil memejamkan mata.

Ada yang merebahkan kepalanya di kedua lengan yang dilipat di atas meja.
Lainnya menuju tempat kopi, menyeduh kopi hingga berkali-kali. Semalaman mereka begadang membuat makalah. Mata yang masih "perkasa" selama tes yang penuh ketegangan itu meredup ketika tes selesai.

Kantuk menyerbu, apalagi mereka berada di ruangan ber-AC. "Wah, semalaman saya merampungkan makalah ini, saya tidak tidur," kata Audy Pangemanan, Calon Sekkot.
Kerja malam Pangemanan berlanjut pagi harinya. Ia sibuk mencari tempat printer.
"Malam-malam tak ada tempat printer buka," ujar dia.

Celakanya, usai print, ia hanya punya sedikit waktu, hingga makan pagi dilakukannya dengan buru-buru. Disebut Pangemanan, tes sangat sulit, membuatnya lupa tidak tidur semalaman, lupa makan dan minum. "Sejam lamanya saya dicecar pertanyaan oleh tiga anggota pansel," ujar dia.

Meski demikian, pejabat yang tengah merampungkan program doktornya itu optimistis bisa meraih hasil terbaik.
Pangemanan memilih judul "Peran dan Fungsi Strategis Sekkot Sebagai Akselerator Percepatan Visi Misi Kepemimpinan Pemerintahan Kota Bitung".
"Saya telah memberikan yang terbaik," kata dia.

Ditanya tentang statusnya kini, Audy yang disebut -sebut sebagai calon kuat Sekkot Bitung mengaku telah mengajukan surat resmi ke perguruan tinggi dimana tempatnya menuntut ilmu untuk mengabdi di Pemkot Bitung.
"Saya sudah 90 persen selesai," beber dia.

Plt Kaban BKPP Jeffry Wowiling juga mengaku begadang semalam untuk menyelesaikan makalah.
Dikatakan Wowiling, hampir semua peserta melakukan hal yang sama. "Semua pada begadang dan tidak tidur atau kurang tidur," ujar dia.
Diakuinya rasa ngantuk sempat menyerang saat tes. Namun perasaan untuk membalas kepercayaan pimpinan lebih besar. "Itu membuat saya terus terjaga," ujar dia.

Wowiling memilih makalah yang berhubungan dengan kinerja ASN. Ia menyoroti merrit system dalam pengembangan ASN.
"Makalah saya berjudul Pengembangan Merrit System Dalam Manajemen ASN di Kota Bitung," ungkap dia.

Sementara Plt Sekkot Bitung Malton Andalangi juga serius mengikuti tes itu. Pengakuan sejumlah tenaga harian lepas, Malton berada di kantornya hingga malam hari demi menyelesaikan tes itu. Malton bahkan bergadang selama beberapa malam.
"Ini kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras," ucap Malton.
Kaban absen

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lady Ambat menyatakan, tes saat itu adalah wawancara dan makalah.
"Sebelumnya mereka sudah menjalani tes tertulis," kata dia.
Ambat mengatakan, semua calon hadir dalam tes tersebut. Diungkapnya, pansel akan memilih tiga terbaik kemudian menyerahkannya ke wali kota.

"Wali kota akan berkonsultasi dengan Pemprov mengenai tiga nama tersebut," ujarnya. Menurut Ambat, sekkot terpilih akan ditetapkan dengan SK wali kota. Mengenai anggota Pansel, sebut Ambat, hanya tiga orang yang hadir. Mereka adalah Noldy Tuerah, Tommy Sumakul serta Buce Moningka.
"Yang tidak hadir adalah Kaban BKD Provinsi Femmy Suluh serta dari BPKP," kata dia. Ambat menyatakan, Suluh absen karena sedang menjalani tugas lain. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved