Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Marak Bom Ikan, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun

Nelayan Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan, Minahasa mengeluhkan maraknya aksi pemboman ikan.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Nelayan Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan, Minahasa mengeluhkan maraknya aksi pemboman ikan yang mengakibatkan hasil tangkapan ikan menurun.

Aksi bom ikan, menurut warga, sudah terjadi beberapa tahun terakhir. "Mereka nelayan dari Desa Tumbak, Minahasa Tenggara kami tahu," kata Royke Mailangkay, nelayan Rumbia.
Ia menjelaskan, bom yang digunakan sekarang tidak dilepar lagi melainkan diledakkan saat bom sudah berada di dalam air menggunakan alat. "Sekarang bom diledakkan di kedalaman sekitar 40 meter," kata dia.

Warga setempat ingin menghentikan hal tersebut, namun takut terkena bom. Akibatnya sekarang terumbu karang dekat Rumbia hancur.
"Kalau dulu kami hanya melaut sekitar satu kilometer saja sudah dapat ikan yang lumayan besar, tapi sekarang sudah sekitar satu mil baru dapat ikan," ujarnya.

Menurutnya, nelayan sudah melaporkan ke Polsek Langowan dan juga ke pos TNI di wilayah tersebut.
"Pernah dulu ada penangkapan, namun sekarang tidak ada lagi dan kami berharap agar semua pihak termasuk kepolisian dan TNI bisa melakukan patroli lagi di sini," ujarnya.

Senada disampaikan Salmon Bohang, nelayan Rumbia. Katanya, ikan sekarang sudah berkurang. "Bahkan sekarang aksi bom ikan sudah meluas ke arah desa sebelah kami," ujarnya.
Ia berharap petugas bertindak tegas atas aksi tersebut. "Akibatnya kan terumbu karang hancur, butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkan," ujar dia.
Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair, menjelaskan bahwa akan melakukan cek lapangan berkoordinasi dengan Polsek Langowan.

"Kita akan cek, kalau perlu nanti dibuat pos penjagaan di daerah tersebut dan ditempatkan anggota," ujarnya.
Ia juga akan berkoordinasi dengan Polres Minsel untuk menyelidiki pembuat bom ikan di daerah yang disebutkan oleh nelayan. "Kita harus berantas dari akarnya yaitu mencari pembuat bomnya," ujar dia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minahasa, Revly Mambu, mengatakan baru mendengar hal tersebut lantaran dirinya baru menjabat sebagai kepala dinas.

"Saya baru dengar, tapi kita akan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan itu, sebab jelas bom ikan itu merusak lingkungan laut," jelas dia.
Beberapa waktu lalu Kodim 1302 Minahasa juga menyatakan siap untuk menangani kasus bom ikan di wilayah Rumbia, terpenting masyarakat laporkan langsung.  *

STORY HIGHLIGHTS
* Maraknya aksi pemboman ikan yang mengakibatkan hasil tangkapan ikan menurun
* Bom yang digunakan sekarang tidak dilepar lagi melainkan diledakkan saat bom sudah berada di dalam air menggunakan alat
* Akibatnya sekarang terumbu karang dekat Rumbia hancur
* Bahkan sekarang aksi bom ikan sudah meluas ke arah desa sebelah
* Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair, menjelaskan bahwa akan melakukan cek lapangan berkoordinasi dengan Polsek Langowan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved