PMNU STAKN Manado Hadir Untuk Melayani
Perkumpulan ini, terbentuk sejak bulan July tahun 2009. Berdasarkan inisiatif para mahasiswa asal Nusa Utara.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Kagansa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebagai pengusung Moral Force (kekuatan moral), mahasiswa harus mampu bersikap dan bertindak lebih baik dari yang lainnya.
Di samping itu, mahasiswa juga harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya dan terbuka kepada siapa saja.
Atas dasar itulah, Perkumpulan Mahasiswa Nusa Utara (PMNU) Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado di bentuk.
Perkumpulan ini, terbentuk sejak bulan July tahun 2009. Berdasarkan inisiatif para mahasiswa asal Nusa Utara. Selain itu, wadah ini dibentuk untuk lebih mempererat rasa persaudaraan sesama putra putri asal kepulauan.
Organisasi yang sudah berdiri selama 7 tahun ini, memiliki tujuan utama yakni melayani masyarakat.
Hingga sekarang ini, perkumpulan mahasiswa Nusa Utara tersebut telah memiliki 70 orang anggota. Mereka juga, sudah melakukan berbagai pelayanan kepada masyarakat-masyarakat pelosok yang ada di Sangihe, Sitaro dan Bolaang Mongondow.
Efraim Mangensihi, sebagai Pembina Perkumpulan Mahasiswa Nusa Utara mengatakan, PMNU ini merupakan wadah pelayanan masyarakat.
"Selain memiliki tugas utama sebagai mahasiswa, di waktu libur para anggota yag tergabung dalam PMNU melakukan pelayanan kepada masyarakat seperti melakukan Baksos, memberikan bantuan ditempat-tempat ibadah, melakukan pelayanan kerohanian di daerah-daerah terpencil, serta membantu anak-anak panti asuhan" ungkap Efraim.
Dalam pelayanan kepada masyarakat, lanjut dia, selama ini kami sudah melakukannya dibeberapa tempat, seperti Desa Labuan Uki Bolaang Mongondow, Desa Bahoi, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Dan Bantuan Bencana di Sangihe dan Juga di Manado.
"Kami datang ke desa-desa tersebut, melakukan Bakti Sosial dan Pelayanan Kerohanian hingga membantu pembangunan tempat ibadah," ujar pria asal Tahuna, Kabupaten Sangihe ini.
Selain itu, Debora Untundaleng salah satu anggota mengatakan, untuk mengikuti organisasi ini, butuh jiwa seorang pelayan. Karena, untuk turun ke kampung-kampung, selain membantu masyarakat, kita juga memberikan pelayanan kerohaian bagi masyarakat.
"Dalam mengikuti organisasi ini, saya harus mengorbankan, waktu, tenaga dan materi. Karena, untuk persiapan pelayanan kepada masyarakat, kita harus mengumpulkan dana dengan cara, menjual kue, menjalankan Proposal dan lain-lain. Dan pekerjaan itu, di lakukan selesai kuliah," beber Debora.
Hal serupa juga, diungkapkan Sonny Halean, Ketua PMNU. Dikatakannya, memang di akui anggota-anggota dari organisasi yang ia pimpin, memang semuannya memiliki jiwa melayani masyarakat. Karena, kami melakukan kegiatan setahun dua kali.
"Kami melaksanakan kegiatan, pada waktu libur yaitu bulan july dan Desember, dan itu rutin dilakukan. Jadi, waktu hari kuliah itu kesempatan kami mencari dana untuk bantuan dan juga biaya transport kami," kata Sonny.
Lanjut dia, di samping kami melakukan Baksos dan kegiatan lainnya, kami menyerahkan bantuan pembangunan tempat ibadah seperti semen dan bahan material lainnya.
"Selain memikirkan kuliah, sebagai calon pelayan Tuhan, kami juga memiliki tanggungjawab besar untuk melayani masyarakat. Dan prinsip kami, yaitu kami hadir untuk melayani," pungkas mahasiswa asal Talaud ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pmnu-stakn_20170107_200955.jpg)