Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kuras Kas Daerah, Bupati Bolsel Pastikan Kurangi Tenaga Honorer

Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini pembayaran gaji honorer melampaui batas kemampuan daerah, dan dinilai menguras kas daerah.

Tayang:
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Ilustrasi 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Herson Mayulu, memastikan akan mengurangi jumlah tenaga honorer di masing - masing instansi. 

Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini pembayaran gaji honorer melampaui batas kemampuan daerah, dan dinilai menguras kas daerah.

Apalagi pembayaran gaji 1653 orang pegawai honorer melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sebesar Rp 30 miliar per tahun.

"Tidak semua honorer memenuhi kriteria dan standarisasi lewat penilaian kinerja yang diinginkan oleh Pemkab,"kata Bupati, disela aktifitasnya, Sabtu (7/1).

Bupati mengatakan perlu kejelasan akan status honorer, baik lewat kehadiran dan hasil kerja. Sehingga benar - benar terleseksi siapa yang layak melanjutkan pengabdiannya, dan akan dihentikan.

Secara terang - serangan target pengurangan tersebut mulai dari tenaga Perawat Kesehatan, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Cleaning Service, sampai juru masak di Rumah Dinas Bupati.

"Memang sengaja saya kumpulkan mereka waktu itu. Karena mereka harus mendengar penyampaian saya,"terang Bupati.

Bupati mengingatkan agar Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) tidak sembarangan mengangkat tenaga honorer, apalagi yang tidak memiliki kompetensi di bidangnya.

Semua harus sepengetahuannya, mengingat selama ini kerap kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan tidak baik. Yaitu memasukan saudara atau kerabat.

"Saya minta Sekda seleksi lagi agar beban derah berkurang,"kata Bupati.

Kata Bupati dari penilaiannya selama ini jumlah Honorer sangat banyak, namun tidak menunjukan keberhasilan dan kemajuan di masing - masing SKPD.

Apalagi bagi dia gaji yang diberikan lumayan besar, mulai dari angka Rp 1,5 juta dan seterusnya.

"Ada cleaning service tapi lantai kotor, maksudnya apa? Dimana petugasnya,"tukas Bupati. (lix)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved