DJP Yakin Amnesti Pajak Periode Tiga Meningkat
Kami yakin untuk periode tiga ini lebih meningkatkan lagi yang ikut mnesti pajak, dapat dilihat dari indikatornya
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) meyakini Wajib Pajak (WP) yang ikut amnesti pajak akan meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini karena potensi yang masih besar untuk ditingkatkan pelaporan dan tebusan untuk program pemerintah tersebut.
"Kami yakin untuk periode tiga ini lebih meningkatkan lagi yang ikut mnesti pajak, dapat dilihat dari indikatornya," ujar Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut, Dionysius Lucas Hendrawan, Minggu (1/1/2017).
Hendrawan menambahkan indikatornya antara lain periode tiga merupakan batas akhir bagi WP untuk mengikuti amnesti pajak, yaitu sampai akhir Maret. Setelah itu tidak akan ada program serupa di masa yang akan. Sehingga tentunya yang belum ikut akan berbondong-bondong untuk ikut program tersebut.
"Kalau WP yang tidak ikut pengampunan pajak akan rugi, sebab tebusannya sangat murah. Jika tidak nantinya akan dikenakan denda yang lrbih tinggi lagi, jika didapati ada hartanya yang belum dilaporkan ," ungkapnya.
Indikator lainnya saat ini yang ikut amnesti pajak di Suluttenggomalut masih sekitar 1 persen dari jumlah WP yang saat ini berjumlah sekitar 500 ribu. Masih kecilnya masyarakat yang ikut amnesti pajak, karena masih menunggu kepastian, sebab sebelumnya program pemerintah ini digugat, namun demikian hasil keputusan gugatan tersebut dimenangkan oleh pemerintah.
"Baru sekitar akhir Nivember keputusannya keluar, sehingga pada Desember belum terlalu efektif untuk meningkatkan WP yang melapor," ungkapnya.
Dengan adanya kepastiN hukum, setelah pemerintah memenangkan gugatan hukum di Mahkamah Konstitusi, akan semakin banyak WP yang akan melaporkan harta kekayaannya. Selain itu, banyak juga WP yang kemungkinan akan mengikuti amnesti pajak pada saat mendekati masa berakhirnya program tersebut. "Namun, kami sarankan secepatnya, karena jika mendekati waktu berakhir akan semakin banyak masyarakat yang akan ikut. Hal ini tentu saja akan merepotkan.
Untuk itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada WP agar mau mengikuti amnesti pajak, karena menguntungkan.
Terpisah, Pemimpin Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Manado, Oka Maharjana mengatakan amnesti pajak nantinya akan berpengaruh kepada Casa, apalagi pihaknya satu di antara bank persepsi. Untuk itu pihaknya produk-produk yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengikuti amnesti pajak. (erv)