Banjir Setinggi 60 Sentimeter Depan SPBU Ringroad, Jalan Lingkar I Manado Lumpuh
Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat pun mogok karena nekat menerobos genangan air tersebut.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Laporan Wartawan Tribun Manado, Christian Kagansa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah hujan deras mengguyur Kota Manado, Kamis (15/12) malam, mengakibatkkan beberapa ruas jalan tergenang air, di antaranya jalur jalan Ringroad.
Pantauan Tribun Manado, Jumat (16/13), genangan air setinggi 60 cm memenuhi ruas jalan samping SPBU Ringroad. Tingginya air tersebut, membuat arus lalilintas padat merayap.
Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat pun mogok karena nekat menerobos genangan air tersebut.
Para petugas kepolisian pun terlihat sibuk mengatur lalulintas yang begitu padat. Acap kali mereka memarahi para pengguna kendaraan yang coba main lambung, sehingga membuat suasana lalulintas kacau.
Gratio Sohilait salah satu warga setempat mengatakan, genangan air tersebut terjadi sejak malam hari. "Genangan air ini, sejak tadi malam. Kendaraan-kendaraan yang melintasi jalur ini, banyak yang balik arah," ungkap Thio sapaan akrabnya.
Beberapa kendaaan roda dua, lanjut dia, banyak yang mogok ditengah genagan air tersebut karena mencoba lewat. "Tadi malam terjadi banjir ditempat ini dan sebagian warung tempat jualan kami tergenang air," ujarnya.
Ia pun menambahkan, warga-warga setempat pun tak beristirahat, untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih besar. "Di bagian ini, tak ada jaur pembuangan air. Oleh karena itu, airnya tergenag," beber Thio.
Terpantau, Karena kemacetan tersebut, kendaraan-kendaraan pun balik arah dan melintasi jalur jalan Perkail-Paal Dua-Kairagi.
Akan tetapi, karena tak ada jalur alternatif lainnya, arus lalu lintas di tempat ini pun tersendat mulai dari perempatan patung Kuda Paal Dua hingga di Interchange By Pas Manado-Minut.
Karena padatnya kendaraan, para pengendara kendaraan roda dua memilih untuk melintas di trotoar.
Tonny Piri salah satu warga mengatakan, memang kemacetan adalah masalah besar yang paling utama di kota Manado, apalagi pada bulan Drsember.
"Seharusnya hal ini ada perhatian khusus dari pemerintah. Dan harus di cari jalan keluar secepatnya," kata Tonny.
Apalagi, lanjut dia, jika turun huja, banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Dan ini juga adalah salah satu penyebab terjadinya kemacetan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado Lily Binti saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini memang Pemerintah Kota (Pemkot) bersama DPRD Manado, memberikan perhatian khusu terhadap kemacetan ini, dan memang lokasi kota Manado sangat sempit sehingga sering terjadi kemacetan.
"Pemkot dan DPRD sedang berusaha mencari jalan keluar, diantaranya melakukan pelebaran jalan," pungkas politisi partai Golkar ini. (crk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/banjir-di-rr2_20161216_140501.jpg)