Warga Lingkar Tambang Bolsel Tuntut Janji Perusahaan Tambang JRBM
"Tidak sesuai dengan kesepakatan awalnya. Warga menuntut untuk ada penggantian dari pihak perusahaan."
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Merasa kesepakatan yang dibuat bersama dengan pihak Perusahan Jresourses Bolaang Mongondow (JRBM) tidak berjalan dengan baik.
Warga lingkar tambang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akan menuntut apa yang dijanjikan pihak perusahan.
Apalagi mereka melihat imbas dari proyek tersebut datang kepada warga sekitar tambang. Sehingga kedepan tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi demo.
Dimana sesuai dengan keterangan Camat Pinolosian Timur, Imbran Mamonto, beberapa proyek pekerjaan yang dilakukan oleh pihak terkait seperti pembuatan air bersih di Desa Dumagin, tidak sesuai dengan apa yang diharapakan oleh warga.
Seperti laporan dari warga kepada pemerintah Kecamatan dimana pipa air yang digunakan hanya berkapasitas kecil.
"Tidak sesuai dengan kesepakatan awalnya. Warga menuntut untuk ada penggantian dari pihak perusahaan,"ujar Imbran, Selasa (13/12).
Kata Camat dari pihak Perusahan saat dimintai tanggapan oleh warga, sudah telah mengiyakan dan berjanji akan mengabulkan permintaan tersebut. Namun sayangnya sampai detik ini tidak ada upaya perbaikan ulang oleh perusahan terkait.
"Merekapun (warga) mulai marah dan melapor kepada kami pemerintah kecamatan," kata Imbran.
Menurut dia mereka pihak kecamatan hanya bisa membantu sampai proses mediasi antara pihak perusahaan dengan warga. Apalagi apa yang dituntut oleh warga adalah janji dari pihak yang dinilai melenceng dari kesepakatan awal.
"Warga mengancam akan melakukan demo ulang terhadap perusahaan,"kata Camat.
Dia mengaku sebagai aparat Kecamatan memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas dalam daerah. Mengingat dalam waktu yang dekat ini, Umat Kristiani akan merayakan hari Natal.
"Saya harus mengambil inisiatif untuk sementara waktu, baru memanggil sangadi - sangadi di wilayah lingkar tambang," ucap Imbran.
Menurut dia apa yang sudah menjadi permintaan masyarakat dan sudah disepakati sejak awal dengan pihak terkait harus dilaksanakan dengan baik. Sehingga warga tidak akan memberontak karena merasa disepelekan.
"Jelas saja warga akan berontak jika kesepakatan terabaikan. Pembangunan desa yang dibuat selama ini juga belum jalan, namun sikap dari pemerintah harus kami atasi. Jangan sampai terjadi hal-hal lain yang tidak kita inginkan,"tukasnya.
Sementara itu Udin warga Pinolosian Timur, sangat mengharapkan itiked baik dari pihak terkait. Agar masalah tersebut tidak akan jadi panjang. Apalagi saat ini adalah bulan suci untuk umat Kristiani.
"Janji adalah utang, harus ditepati,"tukasnya. (lix)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tambang-ilegal_20150814_122929.jpg)