Selawat dan Lagu Natal "Gloria" Berpadu di Festival Keragaman
Tabuhan rebana sebagai pengiring lagu menambah nuansa Festival Keragaman di Gedung DPRD Sulut, Sabtu (10/12).
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Vendi Lera
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Merinding, Sampel rasakan saat Taufik Bilfaqih berselawat dipadukan dengan lagu Natal berjudul Gloria yang digubah dalam bahasa Arab.
Tabuhan rebana sebagai pengiring lagu menambah nuansa Festival Keragaman di Gedung DPRD Sulut, Sabtu (10/12).
"Saya baru dengar penggabungan selawat dan lagu Natal. Membuat merinding. Dan ini hanya ada di Festival Keagamaan yang dilaksanakan oleh kerukunan antarumat beragama di Manado," kata Sampel, pembawa acara kegiatan ini.
Dia mengatakan, kerukunan antarumat beragama di Sulut luar biasa. Ini terlihat dari antusias pemuka agama yang hadir pada acara itu. Pada acara hadir pemuka dari Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budan dan Konghucu, serta komunitas lainnya.
Saat mendengar salawat dan lagu Gloria, hadirin yang berada di ruang rapat DPRD Sulut sontak berdiri dan ikut bernyanyi.
Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Taufik Bilfaqih mengatakan, gubahan salawat dan lagu Gloria merupakan bagian dari seni.
"Saya tahu kerukunan umat beragama di Sulut luar biasa, jadi berani membuat lagu ini. Kalau di tempat lain takut buat lagu ini," kata Taufik.
Dia menambahkan, lirik lagu ini baru dibuat dua hari lalu. Ia berlatih sama teman-temannya sehari sebelum pementasan. Ia pun surprise dengan dengan sambutan dari hadirin.
Ketua Festival Keragaman Panitia Sofyan Yosadi mengatakan, kegiatan ini juga memperigati Hari Hak Asasi Manusi selain menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta akan toleransi.
"Kami akan berikan pesan banyak hal pada Indonesia dan dunia. Kami tidak butuh kebencian, permusuhan dan penutupan tempat ibadah, karena kita semua beragama," ujar Sofyan.
Senada, Habib Muhsin Bilfaqih, pengasuh yayasan Al hikam mengatakan, Pancasila merupakan, alat pengikat seluruh agama yang berada di Indonesia.
"Keragaman beragama di Sulut sampai sekarang begitu baik. Lihat saja yang hadir begitu banyak dari semua agama serta lapisan ormas," kata Habib Muhsin Bilfaqih.
Dia menambahkan, dari Manado, Sulawesi Utara kami seluruh pemuka agama berdoa untuk saudara kita yang berada di Aceh. Agar diberkati Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/doa-bersama-di-festival-keberagaman_20161211_095238.jpg)