Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Di Tangan Cahyani, Sisik Ikan Menjadi Kalung Indah

Membuat kalung indah dari sisik ikan sudah menjadi pekerjaan harian Cahyani. Banyak yang memesan hasil kerajinan tangan tersebut.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Kalung dari sisik ikan 

Laporan wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -   TANGAN Cahyani tampak begitu terampil merangkai sisik-sisik ikan kakap yang berwarna kuning, merah dan putih menjadi seperti bunga. Bunga-bunga itu kemudian ia rangkai lagi dengan kalung besi. Hasilnya sangat istimewa.

Membuat kalung indah dari sisik ikan sudah menjadi pekerjaan harian Cahyani. Banyak yang memesan hasil kerajinan tangan tersebut.

"Sebenarnya cukup mudah. Tinggal butuh ketekunan dan kesabaran," ujar Cahyani yang memiliki gerai Yannie Handycraft.

Dalam sehari ia bisa membuat 15 kalung dari sisik ikan. Per kalung ia jual Rp 50 ribu.

Usaha kreatif itu berawal sejak lima tahun lalu. Ketika sedang mengantar anaknya ke sekolah, saat duduk di kantin, ia melihat penjaga kantin membuang sisik ikan kakap. Muncul ide Cahyani membuatnya menjadi kalung.

"Sisik-sisik ikan tersebut saya bersihkan kemudian dikeringkan. Setelah kering kemudian dirangkai menjadi kalung," katanya.

Setelah menjadi kalung ia kemudian membagikannya kepada teman-teman dan kerabat. Tak disangka mereka menyukai kalungnya. Setelah itu banyak yang pesan untuk digunakannya sebagai aksesoris.

Banyaknya permintaan membuat ia berkreasi. Ia membuat gelang, bros, anting, lukisan, dan pakaian wanita. Bahannya tentu saja dari sisik-sisik ikan yang mudah dan banyak diperoleh di pasar.

Untuk model-modelnya, dia mengambil inspirasi dari bahan-bahan di internet, kemudian ia padukan dengan idenya.

Begitu pula untuk pemasaran. Selain dari mulut ke mulut, dia juga memanfaatkan media sosial. "Biasanya kalau sudah berkreasi, langsung di share ke Facebook, tak lama kemudian akan habis terjual," kata wanita yang hobi bermain musik.

Melayani permintaan yang banyak, ia dibantu tiga orang. Anak-anaknya juga sering membantu. Gelombang kunjungan wisatawan memberi ia berkah. Lukisan tiga dimensi ikan mas koki yang dibuatnya dari sisik ikan kakap dibeli oleh turis Kanada saat kapal pesiar Queen Marry II mampir di Bitung.

Kerajinan sisik ikan kakap itu kini sudah masuk ke toko-toko suvenir di Manado. Ia juga menerima pesanan suvenir untuk pernikahan, ulang tahun, atau acara lainnya.

Kini Cahyani juga sering mengikuti pameran-pameran bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved