Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Bekasi, Dua orang masuk DPO

Polri telah menahan empat orang terkait bom berbentuk penanak nasi itu. "Ada dua orang lagi masih DPO," kata Awi

Editor: Andrew_Pattymahu
Tribunnews.com

TRIBUNMANADO.CO.ID-Kepala Bagian Mitra Divisi Humas PolriKombes Pol Awi Setiyono mengatakan, terdapat dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus temuan bom di Perum Bintara Jaya VIII, Bekasi.

Polri telah menahan empat orang terkait bom berbentuk penanak nasi itu. "Ada dua orang lagi masih DPO," kata Awi di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Minggu (11/12/2016).

Empat orang tersangka itu adalah MNS, AS, DYN, dan SY. Awi menuturkan, MNS dan AS ditangkap di jalan layang (flyover) Kalimalang pada Sabtu (10/12/2016) pukul 15.40 WIB.

DYN ditangkap di rumah kontrakan di kamar 104 Bintara Jaya VIII pukul 15.50 WIB. Sedangkan SY ditangkap di Dusun Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, pukul 18.30 WIB.

"Bom itu rencananya akan diledakkan di objek vital nasional hari ini," ucap Awi.

Bom jenis TATP yang berbentuk rice cooker itu memiliki kecepatan 4.000 km/jam dan mampu memiliki radius penghancur sekitar 300 meter.

Keempat pelaku diduga terkait dalam jaringan Bahrun Naim.

Bahrun merupakan warga negara Indonesia yang menjadi salah satu tokoh di Suriah setelah ia bergabung dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Densus 88 sebelumnya sudah beberapa kali meringkus pengikut Bahrun Naim yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satunya yang banyak mendapat sorotan yaitu Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Nur diketahui punya hubungan dekat dengan Bahrun.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved