Oma Asal Winebetan Ditemukan Meninggal Tergantung

Hari masih pagi, warga Desa Winebetan, Langowan Selatan sudah heboh dengan kabar meninggalnya Marin Wauran (80).

Oma Asal Winebetan Ditemukan Meninggal Tergantung
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Hari masih pagi, warga Desa Winebetan, Langowan Selatan sudah heboh dengan kabar meninggalnya Marin Wauran (80).

Lansia ini diduga gantung diri di rumahnya keluarga Wauran-Tiauw, Selasa (6/12), pukul 07.00 Wita.

Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya Dintje Wauran yang memang tinggal serumah dengan korban. Waktu itu, Oma Dintje baru kembali dari pasar dan meminta korban untuk membukakan pintu.

Ia bahkan sudah mengetuk pintu berulang kali dan memanggil nama korban, namun tak juga mendapat jawaban dari dalam rumah. Dintje berinisiatif untuk memanggil tetangganya Lince agar membantunya membuka pintu.

Pintu bagian depan yang terlunci dibuka paksa, kemudian mereka berdua masuk, hingga tiba di bagian dapur mereka terkejut mendapati korban Oma Marin dalam posisi tergantung di pintu dapur dengan kaki tergeletak di lantai dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Sontak kabar tersebut menyebar dan membuat warga berkumpul di rumah tersebut untuk melihat, suasana menjadi ramai.

Korban kemudian diturunkan dan dilepaskan dari tali yang melilit di lehernya, untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dari Puskesmas Manembo-nembo.

Menurut Sherdi Palit, Hukum Tua Winebetan, bahwa korban tidak menikah dan tinggal bersama dengan adiknya Dintje juga tidak menikah. Korban memang sudah sakit-sakitan.

"Korban ini sekitar 2 tahun lalu juga pernah berupaya melakukan upaya bunuh diri dengan masuk ke dalam sumur namun dapat diketahui oleh keluarga," jelas dia.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi sehingga hanya dilakukan visum luar saja, dan pihak puskesmas Manembo-nembo, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Polsek Langowan saat mendapatkan laporan langsung menuju lokasi, dan melakukan pengamanan di lokasi kejadian, serta meminta keterangan terhadap beberapa saksi.

"Sementara diketahui korban meninggal dunia murni karena bunuh diri, tapi masih kita lakukan pendalaman lagi siapa tahu ada penyebab lain," kata Iptu Sopyan Rahmadianto, Kapolsek Langowan.

Ia menjelaskan, penolakan otopsi oleh keluarga dibuktikan dengan surat penolakan otopsi yang ditandatangani bersama keluarga korban, pemerintah Desa Winebetan. *

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved