22.000 Lahan Tidur di Minsel Belum Dimanfaatkan
"Dari data yang ada ada sekitar 22 ribu lahan tidur di Minsel yang tidak dimanfaatkan untuk menanam."
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Pertiwi Watania
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Masih banyaknya lahan tidur di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel.
Terkait hal tersebut, Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu mengajak masyarakat terlebih khusus petani untuk memanfaatkan lahan tidur.
Pernyataan tersebut disampaikan Tetty sapaan familiar bupati pada pertemuan pemerintah dengan Poktan/Tani dalam rangka pembagunan pertanian di Kabupaten Minsel, Senin (28/11).
"Dari data yang ada ada sekitar 22 ribu lahan tidur di Minsel yang tidak dimanfaatkan untuk menanam. Bahkan berdasarkan hasil perbincangan dengan Dirjen sarana dan prasarana Kementerian Pertanian harus didata kembali karena bisa saja melebihi dari yang didata. kita pun menyanggupi karena ingin agar para petani kita maju," katanya.
Lanjut Tetty sapaan akrabnya, lahan di Minsel adalah tanah yang subur.
"Kita patut bersyukur karena dianugerahi tanah yang subur.
Untuk itu perlu adanya upaya serta inovasi di bidang pertanian dan perkebunan.
Untuk itu para petani haruslah memanfaatkan lahan tidur agar ditanami jagung, cabe dan terong yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya.
Dia mengungkapkan, Pemerintah akan memfasilitasi dengan menyiapkan bibit, pupuk serta mengintensifkan berbagai program stimulan dan bimbingan teknis bagi para petani.
"Saat ini program yang akan dijalankan pada tahun 2017 nanti adalah menanam jagung sebanyak 5.000 hektar. Untuk itu saya menitip pesan kepada Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan petani yang berpengalaman membantu pemerintah menjalakan program yang sudah dicanangkan," tukasanya.
Sebelum kegiatan ini dilangsungkan, Tetty terlebih dahulu melakukan penanaman, jagung, cabe dan terong bersama dengan Wakil Bupati (Wabup), Franky Donni Wongkar, Sekda Danny Rindengan dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan sapi untuk 4 kelompok tani dari Kecamatan Amurang Barat, masing-masing 5 ekor.
Selain itu ada juga bantuan tractor 3 unit dari Kementerian Pertanian. Serta dilakukan pelantikan puluhan anggota KTNA.
Diwawancara terpisah, Kepala Distanak Minsel, Frans Tilaar mengatakan fungsi KTNA adalah untuk menggerakkan kelompok tani.
"Anggota KTNA sendiri adalah ketua-ketua kelompok tani. Sehingga mereka yang akan mengajak nelayan-nelayan untuk menanam," kuncinya. (Tiw)