Warga India Kian Susah Dapatkan Uang Tunai

Pemerintah India semakin mempersulit warganya untuk memiliki uang kertas baru yang baru saja dirilis dua pekan lalu.

Warga India Kian Susah Dapatkan Uang Tunai

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah India semakin mempersulit warganya untuk memiliki uang kertas baru yang baru saja dirilis dua pekan lalu.

Sekadar informasi, pemerintah India melarang penggunaan uang kertas lama bernilai 500 rupee dan 1.000 rupe pada 8 November.

Kemudian, pemerintah memberikan waktu bagi warga untuk melakukan penukaran uang 500 rupee dan 2.000 rupe baru hingga 30 Desember mendatang.

Pada Kamis (24/11/3026) malam lalu, Pemerintah India mengubah peraturannya. Yani, warga India tidak dapat lagi menukarkan uang lamanya menjadi uang baru.

Sebelumnya, mereka harus mendepositokan uangnya terlebih dulu.

Namun, ini masalah yang muncul. Data Bank Dunia menunjukkan, lebih dari 570 juta warga India tidak memiliki rekening di bank.

Artinya, mereka harus membuka rekening dulu, dengan asumsi mereka memiliki dokumen untuk membuka rekening

Kemudian, mereka harus menunggu sekitar satu pekan untuk mendapatkan kartu debit atau buku tabungan sebelum mereka bisa mendapatkan uangnya.

Tidak hanya itu, mereka hanya bisa melakukan penarikan sebesar 2.000 rupee atau US$ 30 per hari atau 24.000 rupe (US$ 350) per minggu.

Pelarangan ini mengancam anjloknya perekonomian India. Pasalnya, mayoritas transaksi di India dilakukan dengan dana tunai.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved