Ahok Bertemu Yusril Lalu Minta Maaf, Ahok Merasa Selama Ini Dibantu Yusril

Calon gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta maaf kepada Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Ahok Bertemu Yusril Lalu Minta Maaf, Ahok Merasa Selama Ini Dibantu Yusril
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlihat akrab saat bertemu dengan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Calon gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta maaf kepada Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Ahok dan Yusril bertemu saat acara festival musik melayu dalam rangka HUT Provinsi Bangka Belitung di Anjungan Bangka Belitung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (27/11/2016).

Keduanya merupakan tokoh kelahiran Bangka Belitung. Pada kesempatan itu, Ahok meminta maaf kepada Yusril. Terutama, terkait kasus dugaan penistaan agama. Dia merasa ucapannya di Kepulauan Seribu akhir September lalu, telah menyinggung umat Islam.

"Saya bagaimana pun harus minta maaf juga. Bukan hanya pada semua umat Islam, tapi juga buat orang Bangka Belitung. Terutama Bang Yusril kan pasti beliau dibuat repot sekali," ucap Ahok.

Ahok merasa banyak dibantu oleh Yusril, terutama untuk menjelaskan kepada masyarakat Bangka Belitung, bahwa tak ada niatannya untuk menistakan agama.

"Jadi saya sampaikan beliaulah yang bisa membantu saya mejelaskan bahwa tidak ada niat sama sekali sebagai orang Bangka Belitung untuk menghina ajaran agama mana pun," tutur Ahok.

Sementara Yusril mendukung Ahok untuk tetap maju di Pilkada DKI. Meski, Ahok telah menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama, lantaran ucapannya di Kepulauan Seribu akhir September lalu, ucap Yusril, itu tidak menghalangi Ahok di Pilkada DKI.

"Saya katakan Pak Ahok ini tidak bisa dihalang-halangi, hak beliau untuk maju. Karena itu saya dukung beliau untuk tetap maju di Pilkada ini," kata Yusril.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, meski calon kepala daerah berstatus tersangka, tetap diperkenankan untuk maju.

"Menurut Undang-undang yang berlaku sekarang, meskipun beliau sedang menghadapi masalah hukum, tapi itu sama sekali tidak menghalangi beliau untuk maju dalam Pilkada ini," imbuh Yusril.

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved