Tribun Manado Edisi Cetak

Stok Daging Babi Melimpah, Tahun Lalu Habiskan 800 Ton, Sekarang Tiap Hari Siapkan 500 Ekor

Di tahun 2015, sesuai data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, kebutuhan babi bisa mencapai 800 ton.

Stok Daging Babi Melimpah, Tahun Lalu Habiskan 800 Ton, Sekarang Tiap Hari Siapkan 500 Ekor
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi warga Sulawesi Utara terutama di tanah Minahasa, menggelar open house perayaan Natal terasa kurang lengkap jika tak menyediakan daging babi. Tersedianya berbagai menu daging babi bukan hanya soal makanan, melainkan prestise hajatan yang digelar. 

Tak heran setiap menjelang perayaan Natal kebutuhan daging babi meningkat. Di tahun 2015, sesuai data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, kebutuhan babi bisa mencapai 800 ton.

Sedangkan tahun 2016 ini diprediksi bakal meningkat mengingat daya beli masyarakat membaik. Bersyukur, meski kebutuhan daging babi bakal meningkat tajam, Disperindag Sulut melihat persediaan bakal aman. Harga pun diprediksi tidak akan mengalami kenaikan signifikan.

Namun mengenai angka kebutuhannya, Disperindag Sulut belum bisa memastikan."Angkanya belum bisa disimpulkan karena ini tidak masuk dalam kategori barang yang dimonitor oleh kami, sama seperti daging sapi dan ayam," ujar Kadis Perindag Sulut, Jenny Karouw melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ir Hanny Wajong, Rabu (23/11).

Dijelaskan dia lebih lanjut, stok daging babi tersedia di peternakan dan rumah pemotongan. Khusus untuk Kota Manado, daging babi berasal dari peternak di Tomohon."Kami nanti akan kroscek turun lapangan mengecek ketersediannya berapa banyak untuk babi," tandasnya.

Sementara itu, para peternak dan pedagang mulai mempersiapkan ratusan ekor babi untuk dipasok."Untuk pasokan potong babi pada Desember 2016 dan awal Januari 2017 ini ada 200 ekor atau 20 ton daging babi," ujar Jecky Sumampouw, Peternak daging babi di Bitung.

Harganya bervariatif untuk setiap bagiannya. Daging dan tawa' dibanderol Rp 55 ribu per kilogram dan kepala mulai Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu ekor, tergantung besarnya.

Hewan babi yang diternak di Bitung merupakan peliharaan sendiri."Paling banyak peternak pemotong babi di Kecamatan Matuari, Ronowulu dan Girian," ujarnya.

Terpisah, pemotong sekaligus penjual daging babi, Pepi Rumondor mengatakan, hewan babi sebelum dipotong diternak selama empat sampai lima bulan. Baru dipotong setelah bobotnya mencapai 100 kilogram sampai 120 kilogram.

"Untuk waktu ramai-ramainya pemotongan babi di Kelurahan Girian Atas sekitar 21 sampai 24 Desember nanti. Paling ramai tanggal 24 dan tanggal 31 Desember jelang tahun baru," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Ribut_Raharja
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved