Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekspedisi Sulut

Kisah Legenda Ular Yang Jatuh Cinta di Pulau Sara'a

Pasalnya, di samping Pulau Sara'a, ada pulau kecil yang eksotis bernama Pulau Sara'a Kecil.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Tribun Manado
Pulau Sara'a Talaud 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pulau Sara'a yang berada di Kecamatan Lirung, Kepulauan Talaud merupakan pulau yang memiliki pantai memesona dan terindah saat ini.

Saat Tim Tribun Manado Ekspedisi Sulut diantar Wings Air ke Bandara Melonguane, sebelum mendarat, keindahan pulau itu terlihat menentramkan hati kala dipandang dari udara.

Pasalnya, di samping Pulau Sara'a, ada pulau kecil yang eksotis bernama Pulau Sara'a Kecil.

Saat turun dari speed boat di Pantai Pulau Sara'a Besar, pulau tanpa jembatan dermaga membuat pengunjung memiliki pengalaman baru.

Setiap penumpang kapal harus meniti papan kayu dengan menunggu arus balik ke tengah laut supaya sepatu tidak basah.

Pasir putih yang sangat halus bagaikan tepung, menambah eksotisme pulau itu. Apalagi, pulau ini tanpa penghuni.

Masih jauh saja, sebelum speed boat berhenti, terlihat jelas pasir putih di dasar laut. Tanpa sampah, air laut di pantai ini terlihat jernih. Di bagian tengah pulau, ditumbuhi berbagai macam pohon.

Menurut kisah legenda, dahulu kala, pulau ini hanya satu bagian. Dan dipercaya warga, bagian ujung pulau ini ditabrak ular raksasa sehingga terpisah menjadi Pulau Sara'a Besar dan Pulau Sara'a Kecil.

"Sara'a dalam bahasa daerah artinya tertimpa dari pelarian ular raksasa," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulaun Talaud, Isak Tamarboba, di sela kunjungan ke pulau itu.

Versi cerita lainnya yang berhasil dihimpun Tribun Manado, ular itu merupakan jelmaan manusia atau ular siluman.

Awalnya, ular ini menjelma jadi manusia lalu memacari seorang gadis desa bernama Woingsangian.

Seiring berjalannya waktu, Woingsangian mengetahui ternyata pacarnya merupakan ular dan berniat jahat.

Woingsangian pun memberikannya makan yang ternyata bara api.

Pacarnya itu kemudian berubah wujud menjadi ular raksasa lalu meronta-ronta sehingga menabrak ujung Pulau Sara'a.

Lalu ular itu mati di seberang pulau lainnya di dekat ibu kota kabupaten dan menjadi batu.

Baca Selengkapnya di Tribun Manado Cetak edisi Senin (21/11/2016)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved