Breaking News:

Tribun History

Kampung Jawa Tondano. Dari Kyai Modjo hingga Penyebaran Islam di Minahasa

MENDENGAR nama Kampung Jawa Tondano atau yang populer disebut kampung Jaton mungkin sudah tidak asing.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Rebo, penjaga Makam Kyai Modjo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - MENDENGAR nama Kampung Jawa Tondano atau yang populer disebut kampung Jaton mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian besar masyarakat Sulawesi Utara.

Tapi tahukah Anda sejarah Kampung Jawa Tondano?

Sekitar tahun 1825-1830 di tanah Jawa terjadi perang besar antara warga pribumi melawan Belanda yang dikenal dengan nama Perang Jawa (Java Oorlog).

Belanda berupaya menangkap para pejuang tanah Jawa dan mengasingkan mereka. Upaya tersebut berhasil. Satu di antara yang ditangkap adalah Kyai Modjo pada Juni 1829.

Kyai Modjo adalah pengikut Diponegoro sekaligus penasihat dan ahli strategi Diponegoro. Setelah ditangkap, Kyai Modjo diasingkan ke tanah Minahasa.

Kini Generasi ke-9
Saat di bawa ke tanah Minahasa, Kyai Modjo tidak sendiri melainkan bersama 63 pengikutnya, termasuk seorang anaknya bernama Kyai Ghazali Modjo.

"Saat berada di Tondano, mereka berbaur dengan masyarakat Tondano dan terjadilah kawin-mawin antara mereka dengan perempuan Tondano," jelas Husnan Kyai Demak, tokoh masyarakat Kampung Jaton.

Meski hampir semua pengikutnya kawin dengan perempuan Tondano, tidak dengan Kyai Modjo, hanya anaknya yang menikah dengan perempuan Minahasa sehingga hingga saat ini ada yang menggunakan marga Kyai Modjo.

Perkawinan menghasilkan keturunan dan hingga generasi ke-9 yang ada saat ini.

"Kalau saya generasi ke 5," kata Husnan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved